Sabda Hidup
Selasa, 4 April 2023, Selasa dalam Pekan Suci
Bacaan: Yes. 49:1-6; Mzm. 71:1-2,3-4a,5-6ab,15,17; Yoh. 13:21-33,36-38.
Setelah Yesus berkata demikian Ia sangat terharu, lalu bersaksi: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.”
(Yoh 13: 21)
Perikope Injil hari ini mengetengahkan pengkhianatan Yudas, terhadap Gurunya. Sangat penting untuk diperhatikan di sini bahwa Yesus “sangat sedih”. Hal ini menunjukkan kemanusiaan-Nya. Yesus memiliki hati manusia dan mengasihi Yudas dengan kasih ilahi melalui hati manusiawi-Nya. Sebagai akibat dari kasih yang sempurna kepada Yudas ini, hati Yesus menjadi sangat “galau”. “Galau” dalam arti bahwa Yesus tidak dapat berbuat apa-apa lagi selain apa yang telah Ia lakukan untuk mengubah pikiran dan hati Yudas. Bukan berarti Yesus secara pribadi tersinggung atau marah karena pengkhianatan Yudas. Melainkan, hati Yesus “terbakar” oleh kesedihan yang mendalam karena kehilangan Yudas yang dikasihi-Nya dengan kasih yang sempurna.
Yudas memiliki kehendak bebas. Tanpa kehendak bebas, Yudas tidak dapat dengan bebas mengasihi Yesus. Tetapi dengan kehendak bebas, Yudas memilih untuk mengkhianati Yesus. Hal yang sama juga terjadi pada kita. Kita memiliki kehendak bebas dan kita diberi kemampuan yang sama seperti Yudas untuk mengasihi Yesus atau menolaknya. Kita dapat membiarkan anugerah keselamatan dan kasih karunia-Nya masuk ke dalam hidup kita atau menolaknya. Itu 100% tergantung pada kita.
Pekan Suci adalah waktu yang ideal untuk secara serius merenungkan jalan yang sedang Anda tempuh. Setiap hari dalam hidup Anda, Anda diundang oleh Tuhan untuk memilih Dia dengan segenap kekuatan dan kasih. Namun, seperti Yudas, begitu sering kita mengkhianati-Nya dengan penolakan kita untuk memasuki Pekan Suci bersama Yesus, memeluk Salib-Nya sebagai milik kita. Kita begitu sering gagal untuk memberikan hidup kita sepenuhnya dengan cara yang penuh pengorbanan dan kemurahan hati, seperti yang Tuhan kita lakukan pada Pekan Suci ini.
Renungkanlah hari ini, bagaimana Yesus mengasihi Yudas. Kasih-Nya kepada Yudas, yang melebihi dosa Yudas, membawa begitu banyak kepedihan di hati Yesus. Jika Yesus tidak mengasihi dia, penolakan itu tidak akan menyakitkan. Renungkanlah juga kasih yang Yesus miliki untuk Anda. Renungkanlah apakah Hati-Nya juga tersakiti sebagai akibat dari tindakan-tindakan Anda dalam hidup Anda. Jujurlah dan jangan mencari-cari alasan. Jika Yesus merasa terganggu dengan cara apa pun sebagai akibat dari tindakan dan pilihan Anda, ini bukanlah alasan untuk putus asa seperti yang dilakukan Yudas. Sebaliknya, hal ini seharusnya menjadi alasan untuk bersukacita karena Anda menyadari kelemahan, dosa, dan keterbatasan Anda. Serahkanlah semua itu kepada Yesus yang mengasihi Anda lebih dari Anda mengasihi diri Anda sendiri. Dengan melakukan hal ini, hati Anda akan terhibur dan damai sejahtera. Dan hal ini juga akan membawa banyak penghiburan dan kedamaian ke dalam hati Tuhan Ilahi kita. Dia mengasihi Anda dan menunggu Anda untuk datang kepada-Nya di Pekan Suci ini.
Tuhanku yang menderita dan ditolak, aku memang mengasihi-Mu tetapi aku juga tahu bahwa aku melukai hati-Mu dengan pengkhianatanku. Tolonglah aku untuk melihat dosaku dengan jujur di Pekan Suci ini. Dengan melihatnya, semoga aku dapat melepaskan segala sesuatu yang menghalangi aku untuk mengasihi-Mu lebih dalam lagi, sehingga aku dapat berjalan bersama-Mu menuju Salib untuk ambil bagian dalam kemenangan-Mu yang mulia. Yesus, aku percaya kepada-Mu.
