Di Indonesia, UNHCR (United Nations High Commissioner for Refugees) membangun camp untuk pengusi di pulau Galang. Camp pengungsi tersebut mencakup wilayah 16 km2 atau 20% dari seluruh wilayah pulau. Pulau Galang sendiri merupakan bagian dari Kepulauan Riau.
Camp pengungsi ini memiliki fasilitas yang cukup lengkap, ada kantor administrasi, Rumah Sakit Palang Merah Indonesia, sekolah, gedung gereja Katolik, vihara, pekuburan dan Youth Center yang dikelola oleh para pengungsi sendiri. Camp pengunsi ini terdiri dari tiga bagian (Blok IA, IB dan blok II. Ada sekitar 250.000 manusia perahu dari Kamboja, Laos dan Vietnam yang ditampung di sini dari tahun 1975 hingga 1996. Sebagian besar dari mereka berasal dari Vietnam.
Sekarang, bekas Camp pengungsi itu dikelola sebagai tempat wisata oleh Batam Industrial Development Authority (BIDA). Dari Batam ke Pulau Galang, dapat ditempun dalam waktu 1 jam dengan mobil, melintasi 6 jembatan yang dikenal dengan jembatan Barelang, singkatan dari nama tiga pulau Batam, Rempang dan Galang. Jembatan pertama sepanjang 642 km yang bernama jembatan Tengku Fisabililah menjadi daya tarik tersendiri untuk para wisatawan.
Salah satu fasilitas yang dibangun adalah gereja Katolik, Maria Imakulata (Nhà Thờ Đức Mẹ Vô Nhiễm). Gedung gereja, walaupun jarang dipakai, tetap terawat dengan baik, baik di dalam maupun luar gedung. Foto-foto berikut ini saya ambil akhir Juli 2017, saat saya berkunjung ke Pulau Galang.




