Remah Harian

YANG TERBESAR DALAM KERAJAAN SORGA

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Selasa, 13 Agustus 2024, Selasa Pekan Biasa XIX
Bacaan: Yeh. 2:8-3:4Mzm. 119:14.24.72.103.111.131Mat. 18:1-5.10.12-14.

Dalam hidup, tentu saja kita menginginkan yang terbaik, dan kebanyakan dari kita menginginkan bagian yang terbesar. Kita berebut posisi dan harta kekayaan; kita suka berada pada tempat kehormatan. Lebih suka menjadi besar daripada menjadi kecil, lebih suka ditinggikan daripada merendahkan diri.

Waktu tinggal di Philippines, saya dengar istilah yang menggelitik, yakni utak talangka, otak kepiting. Dalam bahasa Inggris disebut “crab mentality” yaitu keinginan untuk menarik ke bawah orang lain yang melebihi mereka dalam hidup. Pernahkah anda memperhatikan, apabila kepiting-kepiting ditaruh dalam ember? Ketika ada kepiting yang mencoba memanjat keluar dari ember untuk meloloskan diri, maka kepiting yang lain akan menariknya kembali jatuh ke bawah. Analogi kelakuan kepiting-kepiting itu itulah yang menjadi sebutan “crab mentality”.

Sebuah artikel menyebutkan tanda-tanda bahwa seseorang mempunyai mentalitas kepiting antara lain adalah suka membanggakan diri dan merendahkan orang lain. Ketika mereka berhasil, entah besar atau kecil, maka mereka akan menyombongkan diri. Maka mereka akan memandang rendah orang lain. Tanda yang lain adalah merasa cemas ketika orang lain mengalami kemajuan. Cemburu dan iri hati berkembang lebih subur ketimbang penghargaan. Apalagi orang yang dianggap remeh lebih maju, maka mereka akan kehilangan rasa aman. Itulah yang menyebabkan mereka akan menarik turun orang lain yang berhasil. Mereka juga cenderung memandang orang lain atas cara negatif. Mereka hanya melihat apa yang baik dalam diri sendiri dan memandang orang lain lebih pada kekurangannya. Ketimbang memberi apresiasi, mereka lebih cenderung untuk mengkritik. Mereka juga cenderung menyalahkan jika orang lain gagal, ketimbang membantu mereka. Bagi mereka tidak ada rumus “belas-kasih” atau “belarasa”. Tak peduli akan nasib orang lain. Mereka hanya peduli terhadap diri sendiri.

Injil hari ini berbicara tentang sesuatu yang berbeda yaitu kebalikan dari kecenderungan-kecenderungan tersebut. Yesus mengajarkan: “Sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.”

Menjadi seperti anak kecil tentu tidak sama dengan kekanak-kanakan, tetapi belajar untuk rendah hati, belajar memiliki ketergantungan kepada Allah, dan mempercayakan diri sepenuhnya kepada Allah.

Kita perlu belajar kerendahan hati dalam pikiran, perkataan, dan tindakan. “Belajarlah pada-Ku karena aku lemah lembut dan rendah hati,” (Mat 11: 29). Suatu kali secara retoris St. Agustinus bertanya: :Apakah hal yang mendasar dalam agama dan disiplin Yesus Kristus?” Kemudian ia berkata: “Saya akan menjawab: pertama, kerendahan hati; kedua, kerendahan hati; ketiga, kerendahan hati.”

Tuhan, tolonglah aku untuk menjadi seperti anak kecil.  Tolonglah aku untuk menemukan kebesaran sejati dalam kerendahan hati dan kesederhanaan seorang anak. Dan yang terpenting, semoga aku memiliki kepercayaan mutlak kepada-Mu dalam segala hal.  Yesus, aku percaya kepada-Mu.

Author

Write A Comment