Remah Harian

WASPADA TERHADAP GODAAN

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Jumat, 10 Juni 2022, Jumat Pekan Biasa X

Bacaan: 1Raj. 19:9a,11-16Mzm. 27:7-8a,8b-9abc,13-14Mat. 5:27-32.

“Kamu telah mendengar firman: jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.”

(Mat 5: 27 – 28)

Nada Injil hari ini serupa dengan Injil kemarin. Atas cara yang sama kita menghindari kemarahan sehingga kita menghindari kemungkinan pembunuhan, kita menghindari nafsu (syahwat) sehingga kita menghindari perzinaan. Yesus menghendaki agar kita tidak hanya berhati-hati terhadap dosa, tetapi juga berhati-hati terhadap godaan. Itulah sebabnya, bahkan dalam tahap godaan, kita sudah harus sangat berhati-hati. Bahkan Yesus sudah memandangnya sebagai dosa.

Setiap kali kita berdoa “Bapa Kami” kita berdoa, “dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.” Yesus konsisten dengan ajaran-Nya. Ia tahu kelemahan manusia. Ia tahu bahwa “godaan” saja sudah berbahaya.

Barangkali orang akan bilang, “Ah itu kan cuma angan-angan….” Atau “Itu kan perasaan saja…” “Cuma saya yang tahu…” Akan tetapi kita adalah makhluk relasional. Kita membawa pikiran, angan-angan, perasaan, hasrat, dalam tindakan kita. Ketika apa yang kita pikirkan dalam angan-angan kita dan apa yang menjadi hasrat kita mendominasi tindakan kita, relasi kita dengan sesama kena dampaknya, dan bahkan bisa hancur berantakan. Kita harus “mati terhadap diri kita sendiri” agar keinginan dan pikiran itu dapat diatur. Pergulatan kita tidak hanya terjadi secara eksternal. Kita tidak hanya behadapan dengan kekuatan jahat di luar. Faktanya, lebih sulit untuk berurusan dengan “musuh dalam selimut”, musuh dalam diri kita sendiri.

***

Seorang kakek sedang menasihati cucunya di suatu sore. Ia berkata: “Ada peperangan dalam diri setiap orang, yakni peperangan antara dua serigala dalam dirinya. Yang seekor jahat: yakni kemarahan, iri hati, kecemburuan, kesedihan, penyesalan, keserakahan, tinggi hati, kesombongan, rendah diri, kebohongan, nafsu dan egoisme.”

Yang seekor lagi baik, yakni sukacita, damai, kasih, harapan, kerendahan-hati, kebaikan-hati, kemurahan hati, empati, kebenaran, belas-kasih, kebijaksanaan, kemurnian dan iman.” Kemudian cucunya termenung sejenak, lalu bertanya kepada kakeknya: “Lalu, serigala yang mana yang menang?” Kakeknya menjawab: “Yang kau beri makan.”

Author

Write A Comment