Remah Harian

TUHAN MENYIAPKAN SARAPAN BAGIMU

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Jumat 25 April, Jumat dalam Oktaf Paskah
Bacaan: Kis 4:1-12Mzm 118:1-2.4.22-24.25-27aYoh 21:1-14.

Kata Yesus kepada mereka: “Marilah dan sarapanlah.” Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya: “Siapakah Engkau?” Sebab mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan. Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka, demikian juga ikan itu.
(Yoh 21: 12 – 13)

Injil Yohanes dua kali menulis tentang api arang. Kedua kisah tersebut saling berkaitan: pertama, pada saat Petrus menyangkal Tuhan dan kedua, pada saat pemulihannya. Pada malam sebelum sengsara Tuhan, di depan perapian, Petrus menyangkal Yesus tiga kali dengan mengatakan, “Aku bahkan tidak mengenal Dia” (Matius 26:72-74). Ada kemungkinan bahwa api di tepi pantai, dengan Yesus berdiri di sampingnya, mengingatkan dia akan penyangkalannya terhadap Gurunya.

Dalam bacaan Injil hari ini disebutkan bahwa “Tidak seorang pun dari murid-murid-Nya berani bertanya kepada-Nya: ‘Siapakah Engkau?’, karena mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan”. Mereka tahu bahwa hanya Kristus yang dapat mengasihi mereka sejauh itu.  Bahkan, pada saat-saat genting dalam kehidupan Kristus, semua murid meninggalkan-Nya. Akhirnya, mereka berkumpul kembali di tempat yang sama di mana Dia pertama kali memanggil mereka. Dia datang lagi untuk mencari mereka di Danau Tiberias, memanggil mereka untuk kedua kalinya. Meski para rasul lamban untuk memahami, Dia berjalan mengikuti langkah mereka karena cinta itu sabar. Kasih itu sabar menunggu, karena ia tahu bahwa pada akhirnya, ada kebaikan di dalam diri setiap orang.

Yesus memastikan dua hal di tepi danau Tiberias: Pertama, Dia tidak pernah menyalahkan mereka atas ketidaksetiaan mereka, melainkan menerima mereka apa adanya. Kedua, Dia menghargai kerja keras mereka dan mengundang mereka untuk mengambil beberapa ikan dari hasil tangkapan mereka agar sarapan mereka tetap lezat. Ada kesederhanaan dan keakraban yang menyentuh dalam diri Tuhan yang Bangkit, yang memanggang ikan di atas api arang dan mengundang sahabat-sahabat-Nya untuk sarapan.

Dalam cinta sejati, semua ketidaksempurnaan orang lain lenyap.

“Tuhan, berilah aku rahmat untuk memeluk belas kasih-Mu dan membagikannya kepada sesama.”

Author

Write A Comment