Remah Harian

TINGGAL DALAM KASIH-NYA

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Kamis, 22 Mei 2025, Kamis Pekan Paskah V
Bacaan: Kis. 15:7-21Mzm. 96:1-2a,2b-3,10Yoh. 15:9-11.

“Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.”
(Yoh 15: 9 – 10).

Dapatkah kasih diperintahkan atau dipaksakan? Saya tidak bisa memaksa seseorang untuk mengasihi saya! Kasih dan perintah – dua kata ini nampak seperti saling berlawanan. Namun, Yesus dalam Injil hari ini berkata, “Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku.” Apakah ini terdengar seperti, ‘penuhi persyaratan ini untuk dikasihi oleh Yesus? Tentu saja tidak. Yesus mengasihi kita tanpa syarat; tetapi keputusan untuk menerima atau menolak kasih-Nya sepenuhnya adalah pilihan kita.

Penting untuk memperhatikan perkataan Yesus. Yesus tidak memberikan syarat untuk kasih-Nya. Kasih-Nya kepada kita benar-benar tanpa syarat – tidak ada persyaratan apapun yang ditambahkan untuk kasih Yesus. Namun, tetap berada di dalam kasih Yesus adalah sebuah pilihan pribadi. Murid-murid dapat memilih untuk tidak tinggal di dalam kasih Yesus dengan menolak untuk mengasihi sesama. Ini adalah perintah yang telah Dia berikan – ‘kasihilah seorang akan yang lain seperti Aku telah mengasihi kamu’.

Belajar untuk mengasihi seseorang tanpa mengharapkan imbalan adalah hal yang sulit. Dengan cara yang sama, bagi sebuah komunitas untuk menjadi komunitas yang penuh kasih bahkan lebih menantang lagi. Kuasa dosa, yang tertanam dalam komunitas manusia – melalui rasa tidak aman, iri hati, persaingan yang tidak sehat dan permusuhan dapat mengintai, tersembunyi tetapi sangat kuat. Tugas ini membutuhkan kejujuran dan keberanian; dan mungkin membutuhkan struktur yang sesuai dan efektif untuk berbagi, membedakan dan mengambil keputusan.

Kita dapat melihat hal itu dalam pengalaman Gereja perdana. Mereka menghadapi berbagai tantangan dan perselisihan, tetapi seperti yang kita baca dalam Kisah Para Rasul, pemahaman yang penuh belas kasih dan kasih seperti Kristus adalah cara yang paling efektif untuk menyelesaikan konflik.

Hanya dengan tetap tinggal di dalam kasih-Nya, dengan percaya dan berserah pada kasih-Nya, para murid dapat berharap untuk mengasihi satu sama lain tanpa syarat. Untuk tinggal dalam kasih-Nya pun, kita para murid-Nya, harus berusaha dari hari ke hari.

Tuhan, Allah kami, Bapa segala bangsa, kami tetap tinggal di dalam kasih-Mu, jika kami berpegang pada perintah-perintah-Mu. Berikanlah kami kekuatan untuk menaati perintah-Mu untuk mengasihi tanpa membeda-bedakan. Dan jika kami memiliki keberpihakan, biarlah itu untuk orang-orang miskin dan orang-orang kecil, mereka yang tidak memiliki hak atau nama, agar kami membuka bagi mereka jalan kepada keadilan dan sukacita. Dengan demikian, semoga sukacita Putra-Mu ada di dalam kami, sekarang dan sampai semuanya sempurna selamanya. Amin.

Author

Write A Comment