Remah Harian

TINGGAL DALAM FIRMAN-NYA

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Rabu, 9 April 2025, Rabu Pekan Prapaskah V
Bacaan: Dan. 3:14-20,24-25,28; MT Dan. 3:52,53,54,55,56Yoh. 8:31-42

“Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”

(YOH 8: 31 – 32)

Dalam Injil hari ini, Yesus berbicara langsung kepada mereka yang percaya kepada-Nya, menawarkan sebuah undangan: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku, dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” Sabda Tuhan ini memanggil kita kepada sesuatu yang lebih dalam daripada sekadar percaya. Ia memanggil kita kepada pemuridan – sebuah hubungan yang hidup dan aktif dengan Yesus yang mengubah seluruh hidup kita.

Kata kunci yang diulang-ulang oleh Yesus adalah “tetap” atau lebih tepat “tinggal”. Tetap atau tinggal di dalam firman-Nya berarti lebih dari sekadar mempelajari Kitab Suci atau mengagumi ajaran-ajaran-Nya. Ini adalah undangan untuk tinggal di dalam Dia, untuk menjadikan firman-Nya sebagai cahaya penuntun dalam kehidupan kita sehari-hari. Pemuridan bukanlah sekadar membawa kartu identitas yang bertuliskan “Kristen” atau “Katolik”; melainkan hidup sebagai orang yang mengikut Yesus dengan sungguh-sungguh, dalam pikiran, perkataan, dan tindakan.

Ketika kita tetap tinggal di dalam Tuhan, kita membuka hati kita kepada Roh Kudus. Roh Kuduslah yang membuat kita benar-benar bebas-tidak terikat oleh ideologi atau kepercayaan yang dangkal tetapi dibimbing oleh hikmat Allah. Inilah pengurapan Roh Kudus, yang menguatkan kita untuk bersaksi tentang kebenaran di dalam kasih, bahkan ketika dunia menolak kita, sebagaimana dunia menolak Kristus.

Yesus menghadapi perlawanan dari para pemimpin agama karena Ia menyingkapkan kontradiksi dan kemunafikan mereka. Mereka berpegang teguh pada kekuasaan dan kesombongan, tetapi pemuridan menuntut kerendahan hati dan keterbukaan pada tuntunan Allah. Tetap berada di dalam Yesus berarti mengizinkan Roh-Nya untuk mengajar kita, memimpin kita, dan memperbaharui kita setiap hari.

Saat kita melanjutkan peziarahan di masa Prapaskah ini, kita berdoa memohon anugerah untuk tetap berada di dalam Kristus – berakar di dalam firman-Nya, bebas berkat karunia Roh-Nya, dan setia sebagai murid-murid-Nya. Semoga kita berjalan di jalan ini dengan pikiran dan hati yang terbuka terhadap hikmat dan kebebasan yang datang dari pemuridan yang sejati di dalam Tuhan.

Tuhan, semoga aku selalu terbuka bagi tuntunan Roh-Mu dan berakar pada sabda-Mu agar memperoleh kebebasan yang sejati. Amin.

Author

Write A Comment