Sabda Hidup
Rabu, 1 Mei 2024, Rabu Pekan Paskah V
Bacaan: Kis. 15:1-6; Mzm 122:1-2,3-4a,4b-5; Yoh 15:1-8.
Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.”
YOH 15: 4
Dalam Injil Yohanes Bab 15, Yesus menekankan sebuah kata yang penting: “tinggallah.” Hari ini, penulis Injil menyoroti salah satu makna yang ia berikan kepada kata kerja ini: TINGGAL atau bersatu dengan Yesus seperti ranting-ranting pada pokok anggur.
TINGGAL DI DALAM Yesus berarti persekutuan yang mendalam antara Dia dan orang yang percaya kepada-Nya. Sama seperti ranting menerima kehidupan dari dan melalui pokok anggur, demikian juga kita menerima kehidupan kita di dalam dan melalui Yesus. Ranting-ranting yang bersatu mengekspresikan vitalitas pokok anggur karena ranting-ranting tersebut memiliki darah Kristus – kehidupan Kristus. Kehidupan Yesuslah yang menciptakan persekutuan, persatuan hati, bukan hanya kebersamaan; persekutuan perasaan, bukan hanya kata-kata.
Ketika kita tinggal di dalam Yesus, kita mengijinkan hidup-Nya mengalir melalui pembuluh darah kita. Kita menjadi saluran rahmat, cinta, dan belas kasihan-Nya kepada dunia. Dengan tinggal di dalam Yesus, kita tidak hanya dipenuhi dengan hadirat-Nya, tetapi kita juga menjadi tempat kediaman-Nya. Kita menjadi alat perdamaian, belas kasihan, dan keadilan-Nya.
Yesus juga bersabda, “setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.” Ranting anggur harus secara rutin dipangkas agar menghasilkan buah yang banyak. Ketika kita mengizinkan Firman Tuhan memangkas dan memurnikan hidup kita, kita belajar untuk menghargai dan menghormati orang lain serta menerima satu sama lain dengan belas kasihan dan pengertian. Kemudian kita dapat berkata seperti Santo Paulus: “Aku hidup, namun bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku”.
Apakah saya memiliki hubungan yang mendalam dengan Yesus yang memungkinkan saya untuk menunjukkan kasih kepada orang lain? Apakah saya terus berusaha untuk bersatu dengan-Nya?
Tuhan Yesus, pokok anggur tempat kami hidup, tinggallah selalu bersama kami, jagalah kami agar tetap bersatu dengan-Mu dan satu dengan yang lain. Semoga kami menghasilkan buah-buah keadilan dan cinta kasih. Amin.
