Remah Harian

TIDAK MENYERUPAI DUNIA

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Sabtu, 4 Mei 2024, Sabtu Pekan Paskah V
Bacaan: Kis. 16:1-10; Mzm. 100:1-2,3,5; Yoh. 15:18-21.

YOH 15: 18 – 20

“Jikalau dunia membenci kamu, ketahuilah, bahwa dunia telah lebih dahulu membenci Aku” demikian Sabda Yesus dalam Injil hari ini. Namun, Yesus meminta Bapa untuk tidak mengambil mereka dari dunia, tetapi untuk melindungi mereka dari roh dunia (Yoh. 17:15) atau “keduniawian.” Apakah keduniawian ini mampu membenci dan menghancurkan Yesus dan para murid-Nya serta merusak Gereja?

Keduniawian adalah budaya kesenangan sesaat yang didasarkan pada penampilan, dandanan, dan kesementaraan. Nilai-nilainya dangkal dan superfisial. Ini adalah budaya yang tidak mengenal kesetiaan karena budaya ini berubah sesuai dengan keadaan; semuanya bisa dinegosiasikan. Inilah budaya keduniawian. Yesus bersikeras untuk membela kita dari hal ini dan berdoa agar Bapa membela kita dari budaya keduniawian ini, yang merupakan budaya yang berfokus pada kenyamanan. Ini adalah cara hidup bagi banyak orang yang mengaku dirinya Kristen tetapi masih bersifat duniawi tanpa akar atau kesetiaan.

Walau demikian, memilih untuk mengikuti Yesus tidak pernah berarti mengasingkan diri di sebuah pulau, menjauh dari pengejaran, cemoohan, cobaan, penderitaan dan kesulitan. Mengikuti Yesus berarti selalu siap menghadapi tantangan yang menantikan kita yang penuh dengan kekacauan dan ketidaknyamanan. Seorang pengikut Kristus harus ada dalam dunia untuk mengubah dunia bersama Yesus. Ia harus memanggul salibnya jika ia sungguh-sungguh memberikan dirinya kepada Yesus. Hidup bersama Yesus bukanlah pilihan untuk terpisah dari dunia, tetapi memeluk segala realitas di sekelilingnya sambil tetap teguh berpegang pada-Nya.

Marilah kita memohon kepada Roh Kudus pada hari-hari Paskah ini untuk mendapatkan anugerah untuk membedakan mana yang duniawi dan mana yang Injili. Semoga kita tidak tertipu. Dunia membenci Yesus, dan sekarang dunia membenci kita, dan Yesus berdoa agar Bapa membela kita dari roh dunia.

Tuhan Yesus, semoga api kasih-Mu memenuhi hatiku dengan hasrat untuk menyenangkan-Mu dalam segala hal. Semoga tak suatupun dapat menyaingi kasih dan pengabdianku kepada-Mu. Engkaulah segalanya bagiku. Bunda Hati Kudus, bantu aku untuk setia.

Author

Write A Comment