Sabda Hidup
Kamis, 9 Mei 2024, Hari Raya Kenaikan Tuhan
Bacaan: Kis. 1:1-11; Mzm. 47:2-3,6-7,8-9; Ef. 1:17-23 atau Ef. 4:1-13 (Ef. 4:1-7,11-13); Mrk. 16:15-20
Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”
MRK 16: 17 – 18
Hari Raya Kenaikan menandai akhir dari kehadiran fisik Yesus di dunia ini, dan Dia mewariskan misi untuk membangun dunia baru yang telah dimulai oleh Yesus kepada para murid. Injil hari Ini didahului oleh teguran Yesus terhadap kesebelas murid-Nya karena ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, sesaat sebelum kenaikan-Nya!
Para murid melihat Tuhan yang telah bangkit ketika mereka sedang duduk di meja makan. Ini adalah detail yang juga diingat oleh para penulis Injil lainnya. Lukas mengatakan bahwa murid-murid di Emaus terbuka mata mereka dan melihat Dia yang telah bangkit pada saat pemecahan roti, ketika mereka sedang duduk makan. Juga Yohanes, di danau Tiberias: murid-murid mengenali Dia yang telah bangkit ketika Dia menawarkan roti kepada mereka. Ini adalah katekese, ini adalah momen ketika komunitas berkumpul pada hari Tuhan dan pada saat pemecahan roti, mata mereka terbuka, dan mereka melihat Dia yang telah bangkit. Hari ini kita adalah Kesebelas murid, yang berkumpul di meja Tuhan untuk melihat dan mengalami Dia.
Yesus menegur mereka karena mereka tidak percaya dan degil hati mereka. Dikatakan bahwa mereka tidak percaya kepada Maria Magdalena, dan juga kepada dua murid dari Emaus yang telah bertemu dengan Dia yang telah bangkit. Percaya kepada kebangkitan Yesus berarti menerima tawaran Yesus untuk menyerahkan nyawa mereka sendiri demi mendapatkannya.
Seringkali kita juga ragu dan bertanya pada diri sendiri, apakah benar dengan memberikan hidup saya seperti yang Yesus lakukan, saya dapat mendapatkannya? Bukankah lebih baik bagi saya untuk melakukan apa yang orang lain lakukan? Jika saya berhenti menikmati hidup, tidakkah saya akan menyesal pada akhirnya? Itulah kesulitan untuk percaya. Tetapi Injil menjanjikan tanda-tanda yang menyertai bagi mereka yang percaya: kuasa untuk mengusir setan, berbicara dalam bahasa baru, ular berbisa atau makanan tidak akan membahayakan mereka dan mereka dapat menyembuhkan orang sakit.
Apakah yang dimaksud dengan tanda-tanda ini? Ini bukan tentang pengkhotbah yang menjadi pembuat mukjizat. Banyak orang Kristen telah jatuh ke dalam perangkap ini dan mencari pembuat mukjizat di antara para pengkhotbah. Saat ini setan-setan yang perlu diusir adalah kesombongan, keserakahan, keterikatan pada harta benda, kebencian, keinginan untuk membuat mereka yang menyakiti kita mendapatkan balasan. Kebejatan moral, egoisme, kepalsuan, kemarahan, iri hati. Ini adalah setan-setan yang merendahkan martabat kita dan membuat kita menjadi kasar, kejam, tidak peka terhadap kebutuhan orang miskin. Inilah setan-setan yang perlu diusir, bukan dengan air suci, tetapi dengan Injil.
“Mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa baru.” Bahasa apakah yang akan digunakan oleh orang-orang yang percaya kepada Injil? Bahasa pembalasan, balas dendam, membalas kejahatan dengan kejahatan lainnya: Ini adalah bahasa dunia lama. Umat manusia yang baru membutuhkan sebuah bahasa yang baru, – sebuah bahasa Injil yang penuh kasih, pengampunan, timbal balik, dan pelayanan tanpa syarat. Apakah kita menyadari bahwa ini adalah panggilan kita semua yang telah dibaptis?
Tuhan, semoga kami tidak hanya terpana memandang ke atas, tetapi berusahan menjadi wujud warta pengharapan bagi manusia di bumi, dengan cara kami menghidupi Injil. Amin.
