Remah Harian

TAK MUNGKIN MENYENANGKAN SETIAP ORANG

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Rabu, 18 September 2024, Rabu Pekan Biasa XXIV
Bacaan: 1Kor 12:31-13:13Mzm 33:2-3.4-5.12.22Luk 7:31-35.

Selama lebih dari 24 tahun menjadi seorang imam, saya menemukan ada banyak kebenaran mendasar dalam pelayanan yang tidak berubah. Salah satunya adalah tidak mungkin menyenangkan semua orang sepanjang waktu. Dan jika saya mencoba melakukan hal ini, ternyata orang yang paling tidak terpuaskan adalah diri sendiri.

Ketika kita memperhatikan pelayanan Yesus, kita melihat bahwa perhatian utama-Nya adalah melakukan kehendak Bapa-Nya dan kebenaran, bukan menyenangkan manusia. Bahkan, pelayanan-Nya sering kali membawa-Nya ke dalam konflik dengan para pemimpin Yahudi. Hal ini tidak pernah menghentikan Yesus untuk melakukan apa yang Dia tahu harus dilakukan untuk tetap setia pada Injil – pada kehendak Bapa-Nya.

Dalam Injil hari ini, Yesus mengungkapkan kekecewaan-Nya, terhadap tanggapan orang-orang terhadap-Nya. “Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan yang saling menyerukan: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak menangis.” Yohanes Pembaptis yang tampil dengan hidup asketisnya dikatakan kerasukan setan, sedangkan Yesus yang makan dan minum, dikatakan pelahap dan peminum, sahabat-sahabat orang berdosa. Penolakan akan selalu ada. Tetapi kita tidak dapat membiarkan penolakan ini menyebabkan kita menyerah. Saya kagumi seorang teman imam yang setiap kali menghadapi kesulitan, ia katakan kepada dirinya sendiri: Jangan pernah menyerah; jangan pernah menyerah; jangan pernah menyerah! Setiap kali sesuatu yang ia usahakan belum berhasil, maka dia hanya berusaha lebih keras. Dengan kata lain, “Ketika sesuatu tampak tidak berhasil, cobalah lebih keras lagi!”

Kita perlu bertahan melalui kesulitan dan tantangan untuk mencapai kemenangan. Kita tidak dapat melakukan hal ini tanpa kasih karunia Allah. Kita juga memiliki teladan dalam kehidupan Yesus, di mana Dia terus berjuang melewati masa-masa sulit, termasuk kematian-Nya sendiri, dengan percaya bahwa Bapa akan memastikan hasil akhir yang penuh kemenangan – kebangkitan-Nya dari antara orang mati, kemenangan yang pasti atas dosa dan maut.

Menjalani kehidupan sebagai murid-murid Kristus tidaklah mudah. Kita akan berhadapan dengan orang-orang yang tidak menyukai apa yang kita lakukan. Janganlah kita membiarkan hal itu menjatuhkan kita, tetapi lihatlah pencobaan itu sebagai kesempatan bagi Tuhan untuk menunjukkan kuasa-Nya untuk menang atas kesulitan.

Apakah Anda ingin selalu menyenangkan orang lain? Apakah Anda lebih takut akan reaksi orang lain terhadap apa yang Anda lakukan atau katakan ketimbang mengatakan kebenaran?

Bapa, bantulah aku untuk mencintai kebenaran dan selalu memperjuangkannya, apapun reaksi orang lain. Amin.

Author

Write A Comment