Remah Harian

SUKACITA, MUKJIZAT DAN RASA SYUKUR

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Selasa, 24 Juni 2025, Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis
Bacaan: Yes. 49:1-6Mzm. 139:1-3,13-14ab,14c-15Kis. 13:22-26Luk. 1:57-66,80

“Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: “Namanya adalah Yohanes.” Dan merekapun heran semuanya. Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah.”
[Luk 1: 63 – 64]

Hari ini, Gereja merayakan dengan sukacita Kelahiran Santo Yohanes Pembaptis — kelahiran yang membawa terang dan harapan bagi kehidupan Elisabet dan Zakharia. Kisah mereka adalah kisah kepercayaan dan kejutan. Mereka sudah tua, jauh melampaui usia untuk memiliki anak, namun janji Allah menembus kesedihan mereka. Kelahiran putra mereka mengingatkan kita bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah (Luk 1:37). Ketika kita merasa putus asa atau terlupakan, marilah kita ingat: Allah tetap bekerja, seringkali melampaui apa yang dapat kita pahami.

Injil menceritakan momen kecil namun berarti, yakni ketika Zakaria, yang masih bisu, menulis: “Namanya adalah Yohanes.” Dengan tindakan iman itu, lidahnya terlepas dan ia memuji Allah. Nama Yohanes berarti “Allah berbelaskasih” — nama yang tidak dipilih berdasarkan tradisi keluarga, melainkan diberikan oleh anugerah ilahi. Anak ini akan tumbuh menjadi pendahulu Kristus, seorang nabi bagi orang miskin dan rendah hati, mempersiapkan jalan Tuhan.

Semua yang menyaksikan momen ini dipenuhi dengan keheranan, kekaguman, dan rasa syukur. Inilah tanda-tanda iman yang hidup, iman yang mengenali tangan Allah dalam permulaan yang kecil dan mukjizat yang tersembunyi.

Mari kita tanya pada diri sendiri: Apakah aku juga mempunyai iman seperti itu? Apakah aku merasakan sukacita ketika melihat Allah bekerja? Apakah aku terbuka terhadap kejutan-Nya? Apakah hatiku masih terpesona dan penuh rasa syukur atas anugerah kehidupan, oleh kasih karunia setiap hari baru?

Marilah kita berdoa kepada Bunda Maria yang suci, yang percaya pada janji-janji Allah, untuk membantu kita menemukan kembali iman yang penuh sukacita, keheranan, kejutan, dan syukur. Semoga setiap keluarga menjadi tempat suci kehidupan, dan semoga kita, seperti Yohanes, menjadi saksi kasih karunia Allah di dunia.

Ya Tuhan, Engkau mengenal kami sebagaimana adanya. Engkau telah membentuk dan memanggil kami bahkan sebelum kami dilahirkan. Semoga kami melayani-Mu dengan kerendahan hati dan mempersiapkan jalan bagi kedatangan yang lebih dalam dari Putera-Mu, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Author

Write A Comment