Remah Harian

SETIA PADA IDENTITAS DAN MISI

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Jumat, 4 April 2025, Jumat Pekan Prapaskah IV
Bacaan: Keb. 2:1a,12-22Mzm. 34:17-18,19-20,21,23Yoh. 7:1-2,10,25-30.

Memang Aku kamu kenal, dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi diutus oleh Dia yang benar, yang tidak kamu kenal. Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia, dan Dialah yang mengutus Aku.”
(Yoh 7: 28 – 29)

Pak Yanto adalah satu-satunya orang Katolik di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di sebuah kabupaten. Untuk satu periode, dia diangkat menjadi pimpinan proyek. Awalnya, dia senang bisa menempati pos penting itu. Ia bermaksud untuk menyelamatkan uang rakyat, maka dia berani menolak permintaan atasannya untuk memanipulasi anggaran. Ia menggunakan semua uang anggaran untuk mewujudkan proyek sesuai dengan yang telah direncanakan sehingga proyek itu berkualitas tinggi. Apa yang dia dapatkan? Bukan pujian atau penghargaan, tetapi malah diajukan ke KPK dengan tuduhan korupsi. Syukur tidak terbukti.

Menjadi orang baik dan benar di tengah masyarakat korup dan jahat tidaklah gampang. Dalam bacaan pertama, orang-orang fasik bersekongkol hendak membunuh orang baik: ”Marilah kita menghadang orang yang baik, sebab bagi kita ia menjadi gangguan serta menentang pekerjaan kita..” (Keb 2: 12). Demikian juga orang Farisi berusaha membunuh Yesus karena Dia mewujudkan dan mewartakan kebaikan dan kebenaran. Mengapa mereka bertindak seperti itu? ”Karena mereka telah dibutakan oleh kejahatan mereka, sehingga mereka tidak tahu akan rahasia Allah dan tidak menghargai kemuliaan bagi jiwa yang murni!”

Yesus sendiri dalam segala tindakan-Nya, selalu didorong oleh keputusan-Nya yang benar. Ia juga setia pada misi-Nya – bahwa Ia diutus oleh Bapa. Ini bukan hanya menjadi acuan dari pilihan-pilihan-Nya, tetapi juga menjadi sumber kekuatan-Nya. Ia melaksanakan kehendak Bapa, maka Ia percaya bahwa Bapa telah menentukan segalanya – bahkan waktu pemenuhan misi-Nya. Ia percaya pada penyelenggaraan Bapa. Ini memberi-Nya kekuatan, melampaui kelemahan dan ketakutan manusiawi-Nya.

Setia pada identitas dan misi kita sebagai ”garam dan terang dunia” tidak gampang. Namun, ini satu-satunya jalan yang harus kita tempuh agar Gereja sebagai sakramen keselamatan dunia menjadi nyata.

Apakah Anda setia dengan identitas dan misi Anda sebagai murid Kristus? Beranikah anda mengambil risiko untuk memperjuangkan nilai-nilai kerajaan-Nya?

Perlu keberanian untuk tidak ikut arus dalam gossip ketika orang lain menikmatinya….

Perlu keberanian untuk ambil risiko untuk hidup dalam kejujuran ketika orang-orang di sekitar anda tutup telinga, mata, dan hati…..
Perlu keberanian untuk memegang teguh ideal-ideal anda ketika hal itu menyebabkan anda dilihat sebagai orang aneh….
Perlu keberanian untuk menolak melakukan sesuatu yang salah meski orang-orang lain melakukannya tanpa peduli…..
Perlu keberanian untuk hidup sesuai dengan keyakinan anda, untuk menyangkal diri, untuk mengasihi sesama seperti diri sendiri, untuk mengikuti teladan Tuhan kita!

Tuhan Yesus, godaan duniawi selalu menghampiri aku setiap hari, utuslah Roh Kudus-Mu agar aku tetap kuat menghadapinya. Amin.

Author

Write A Comment