Remah Harian

SAATNYA BERBUAT BAIK

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Senin, 10 Maret 2025, Senin Pekan Prapaskah I
Bacaan: Im. 19:1-2,11-18Mzm. 19:8,9,10,15Mat. 25:31-46.

Bacaan Injil hari ini mengingatkan kita bahwa iman kita harus diwujudkan dalam perbuatan baik. Yesus berbicara tentang penghakiman terakhir, di mana orang-orang akan dipisahkan berdasarkan tindakan mereka – apakah mereka memberi makan orang yang lapar, menyambut orang asing, memberi pakaian kepada orang yang telanjang, dan merawat orang yang sakit dan dipenjara. Ini adalah panggilan yang kuat untuk bertindak: kita dipanggil untuk mengasihi melalui perbuatan nyata.

Pertama, Yesus mengumpulkan semua orang. Iman kita tidak dimaksudkan untuk dijalani dalam kesendirian. Sama seperti Kristus yang memilih untuk berjalan bersama para murid-Nya, kita pun harus hidup dalam persekutuan dengan orang lain. Seberapa sering kita mengisolasi diri kita sendiri, menunggu orang lain untuk mengulurkan tangan terlebih dahulu? Daripada mencari-cari alasan, marilah kita berinisiatif untuk membangun relasi, membuka mata bagi mereka yang membutuhkan, dan memberi waktu kepada orang-orang yang telah Tuhan tempatkan dalam hidup kita.

Kedua, iman kita harus dinyatakan dalam tindakan. Masa Prapaskah adalah waktu untuk bangun dari kemalasan rohani dan berbuat baik bagi orang lain. Jika kita gagal untuk keluar dan melayani, komunitas kita menjadi tidak sehat, dipenuhi dengan gosip dan perpecahan, bukannya kasih. Daripada membicarakan masalah, mari kita menjadi bagian dari solusi. Ada begitu banyak cara untuk melayani – memberi makan orang miskin, mengunjungi orang sakit, menyemangati mereka yang kesepian. Apa yang akan Anda lakukan di masa Prapaskah ini untuk membawa kasih Kristus kepada sesama?

Akhirnya, Yesus mengundang kita untuk mewarisi Kerajaan. Tindakan kita tidak hanya membentuk masa depan kita di kekekalan, tetapi juga kehidupan kita di dunia ini. Hidup yang dijalani dengan mementingkan diri sendiri akan menjadi hidup yang penuh penderitaan, tetapi hidup yang penuh kemurahan hati dan pelayanan akan membawa sukacita dan kedamaian yang sejati.

Janganlah kita membuang-buang waktu. Mari kita berbuat baik selagi kita bisa, karena dalam memberi, kita menemukan kebahagiaan sejati.

Tuhan Yesus, Engkau mengajarkan kami perbuatan baik yang sederhana yang dapat membuat kami pantas menerima Kerajaan-Mu. Pakailaah kami sebagai alat-Mu untuk menolong mereka yang membutuhkan. Amin.

Author

Write A Comment