Sabda Hidup
Kamis 1Agustus 2024, Peringatan St. Alfonsus Maria de Liguori
Bacaan: Yer. 18:1-6; Mzm. 146:2abc.2d-4.5-6; Mat. 13:47-53;
Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan. Setelah penuh, pukat itupun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang. Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi,” (Mat 13: 47 – 50)
Murid-murid Yesus yang pertama adalah para nelayan yang biasa menangkap ikan di laut/danau Galilea. Namun, orang-orang pada zaman Yesus juga percaya bahwa laut adalah tempat tinggal kekuatan jahat, dan kekuatan jahat itu menyebabkan badai dan gejolak di laut. Jika Anda terjebak dalam gejolak laut, Anda pasti akan binasa. Ketika Yesus memanggil murid-murid-Nya untuk “menjala manusia”, itu berarti menyelamatkan orang-orang yang terperangkap di kedalaman laut – dari cengkeraman kejahatan. Firman Allah adalah pukat yang menyelamatkan manusia dari kegelapan dan menuntun mereka menuju keselamatan.
Injil meyakinkan kita hari ini bahwa setiap orang disambut ke dalam pukat Allah yang menjaring ke dalam bahtera Kristus, tanpa memandang latar belakang atau tindakan mereka di masa lalu. Allah, dalam belas kasihan-Nya, menyambut dan menerima baik orang baik maupun orang jahat dan tidak menolak siapa pun. Injil mengungkapkan wajah Allah yang “panjang sabar dan penuh kasih setia” yang mendorong semua orang untuk bertobat.
Namun, Matius juga menggunakan bahasa dramatis para pengkhotbah pada masanya, yaitu para rabi, untuk berbicara tentang penghakiman Allah. Hal ini bukan untuk mengancam dengan hukuman kekal bagi para pendosa, tetapi untuk menggarisbawahi pentingnya membuat pilihan yang tepat untuk keselamatan kita.
Siapapun kita, Tuhan mengizinkan semua orang untuk berada dalam pukat kasih-Nya yang penuh belas kasihan. Pada akhirnya, dosa-dosa kita akan dimusnahkan oleh api kasih Tuhan asal kita sungguh-sungguh berbalik kepada-Nya.
Tuhan Yesus, ajar kami untuk menjadi sabar dan berbelas-kasih seperti Engkau, merangkul dan mengasihi tanpa membeda-bedakan. Amin.
