Remah Harian

PROGRAM HIDUPKU

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Senin, 23 Desember 2024, Hari Biasa Khusus Advent
Bacaan: Mal. 3:1-4; 4:5-6Mzm. 25:4bc-5ab,8-9,10,14Luk. 1:57-66.

Apa arti sebuah nama? Ketika seorang teman saya hamil, dia dan suaminya mulai mendiskusikan nama-nama yang mungkin untuk anak mereka. Di Papua, tidak jarang kita temukan nama dari para misionaris diambil untuk menamai seorang anak yang baru lahir. Jadi jangan heran jika menemukan kembaran nama saya di Papua. Tentu akan sangat bagus apabila orang tua mengambil nama-nama orang kudus diberikan kepada anak mereka agar orang kudus tersebut dapat menjadi teladan kehidupan Kristiani bagi anak mereka.

Bagi orang Yahudi dan bahkan di zaman kuno, nama seseorang itu penting. Sebuah nama akan membawa seluruh hidupnya dan menentukan identitasnya, karakternya, tugas dan “program hidup” yang harus dilakukan orang ini dalam hidupnya. Seperti misalnya, Malaikat Gabriel memberi kabar kepada Perawan Maria dan St. Yusuf untuk menamai Anak dalam rahim Sang Perawan sebagai “Yeshua” atau Yesus yang artinya, “Tuhan menyelamatkan.” Inilah tugas dan “program” hidup Yesus menjadi manusia, yaitu untuk menyelamatkan kita dari dosa dan kematian.

Kita ingat kata Nabi Yesaya: “TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan, telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku,” (49: 1). Tampaknya itulah yang terjadi dalam Injil hari ini. Tuhan sendiri yang menentukan nama “Yohanes” sebelum anak ini lahir. Dia harus menyiapkan jalan bagi sang Mesias.

Nama Yohanes atau “Jehonanan” dalam bahasa Ibrani, berarti ‘Tuhan itu pemurah.’ Tuhan telah bermurah hati kepada Zakharia dan Elisabeth yang sudah lanjut, yang dianggap tidak mungkin lagi bagi mereka mendapatkan keturunan. Terbukanya kebisuan Zakharia pada kelahiran putranya, Yohanes Pembaptis, menandakan awal baru rahmat. Itulah sebabnya Yohanes dinamai demikian karena Allah murah hati tidak hanya dalam memberikan seorang putra kepada Elisabeth dan Zakharia tetapi juga dalam memberikan Yohanes kepada bangsa itu. Karena Yohanes adalah pemberian dari Allah kepada Israel. Dia diutus untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan melalui pertobatan dan pengampunan dosa. Dan inilah program hidup dan tugas yang telah diterima Yohanes, yaitu untuk memaklumkan kepada semua orang bahwa Tuhan adalah pemurah dan akan menyelamatkan kita dari dosa dan kematian melalui Putranya, Yesus. Dia akan membuka jalan bagi Yesus, pembawa berita Kristus dan membimbing orang-orang kepada Kristus.

Apakah rencana Tuhan dan program hidup bagi kita? “Semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya.” (Rom 8:29). Kita dipanggil menjadi seperti Kristus, melakukan kehendak Allah, dan mewartakan kabar sukacita Injil, di setiap jalan hidup yang kita jalani. Kita diciptakan untuk suatu misi tertentu: kelanjutan misi Yesus di bumi. Dengan melanjutkan misi Yesus itu hidup kita bermakna.

Apakah kita setia melakukan kehendak-Nya? Apakah kita berusaha untuk menjadi semakin serupa dengan-Nya? Bagaimanakah saya berusaha untuk melanjutkan misi Yesus? Bagaimana di hari-hari persiapan Natal ini anda telah menjadi tanda dan sarana kebaikan Allah?

Tuhan, bimbing aku untuk melaksanakan rencana-Mu atas hidupku. Amin.

Author

Write A Comment