Remah Harian

PERCAYA PENYELENGGARAAN TUHAN

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Rabu, 25 September 2024, Rabu Pekan Biasa XXV
Bacaan: Ams 30:5-9Mzm 119:29.72.89.101.104.163Luk 9:1-6.

Salah satu bentuk program pembinaan para calon imam adalah perigrinasi: mengadakan perjalanan dari satu tempat ke tempat lain utamanya dengan jalan kaki. Para frater dilepas di salah satu kota dan diminta untuk berjalan kaki kembali ke seminari/novisiat tanpa diberi bekal apapun. Mereka diminta untuk mencari jalan sendiri ke tempat tujuan, terkadang harus menumpang untuk istirahat, makan dan minum dari pemberian orang lain. Mereka sangat bergantung pada keramahan dan dukungan orang lain. Tak jarang ditolak, dicurigai, bergulat dengan rasa capek, lapar dan haus. Untuk apa capek-capek? Selain menumbuhkan panggilan yang radikal, dengan program itu mereka sungguh merasakan penyelenggaraan Tuhan.

Yesus mengutus murid-murid-Nya untuk melakukan perjalanan – untuk mewartakan Kerajaan Allah. Ini adalah upaya misionaris yang sepenuhnya bergantung pada penyelenggaraan Tuhan dan kebaikan sesama. Sama seperti Yesus sendiri merasakan kemendesakan untuk memberitakan Kerajaan Allah dan percaya kepada penyelenggaraan Bapa, para murid pun diutus atas cara yang sama.

Yesus memberikan kuasa-Nya kepada mereka. Dalam satu kesempatan, para murid kembali kepada Yesus dengan penuh sukacita karena usaha mereka dan melihat kuasa Allah bekerja di tengah-tengah mereka. Allah dapat melakukan hal-hal yang luar biasa melalui orang-orang yang berkomitmen pada pekerjaan-Nya. Pada masanya, St. Fransiskus dari Asisi melakukan hal yang sama, dan memanggil murid-muridnya untuk melakukan yang sama – mewartakan Injil, memohon rezeki, dan mencari Tuhan setiap saat. Sebagian besar dari kita tidak bertindak seperti ini, tetapi kita tentu memiliki kekaguman terhadap mereka yang menjalani cara hidup seperti ini, yang sepenuhnya bergantung pada penyelenggaraan Tuhan.

Kita semua dipanggil untuk bergantung pada Tuhan. Kita dipanggil untuk terbuka terhadap pekerjaan Tuhan di tengah-tengah kita. Kita mungkin bukan pengkhotbah keliling, seperti yang ditunjukkan oleh Injil kepada kita hari ini, tetapi dengan cara dan keadaan hidup kita sendiri, kita dipanggil untuk memberitakan dan memajukan Kerajaan Allah. Uluran tangan atau senyuman yang ramah dapat memberikan keajaiban bagi mereka yang membutuhkan dorongan dan bantuan dalam hidup mereka. Dengan melakukan hal ini, kita memajukan Kerajaan Allah.

Marilah kita memanggil nama Tuhan dan terbuka terhadap kuasa-Nya. Identitas kita ditemukan di dalam Dia yang mengasihi kita dan memberdayakan kita dalam kehidupan dan pekerjaan kita sehari-hari.

Bagaimana saya dapat memajukan Kerajaan Allah di berbagai bidang kehidupan Anda – sekolah, rumah, keluarga, pekerjaan, dan di mana saja berada?

Tuhan, penyelenggara hidup kami, terima kasih atas penyertaan dan penyelenggaraan-Mu setiap waktu. Semoga kami selalu mempercayakan diri kepada-Mu.

Author

Write A Comment