Remah Harian

PANGGILAN UNTUK MELAYANI DENGAN KASIH DAN KERENDAHAN HATI

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Kamis, 17 April 2025, Kamis Putih
Bacaan: Kel. 12:1-8,11-14Mzm. 116:12-13,15-16bc,17-181Kor. 11:23-26Yoh. 13:1-15.

“Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.”
[Yoh 13: 4 – 5]

Pada saat-saat terakhir sebelum sengsara dan penyaliban-Nya, Yesus menunjukkan tindakan kerendahan hati yang mendalam dengan membasuh kaki para murid-Nya. Membasuh kaki adalah hal yang biasa dilakukan pada zaman Yesus, yang dilakukan oleh para pelayan atau budak, ketika seseorang memasuki rumah setelah berjalan di jalanan yang berdebu dan kotor. Namun, pada malam sengsara-Nya, Yesus, Sang Guru, memilih untuk melakukan tindakan “rendah” ini, yang mengejutkan para murid-Nya. Melalui tindakan yang rendah hati ini, Dia ingin menyampaikan sebuah pelajaran: kebesaran sejati terletak pada pelayanan kepada orang lain.

Tindakan Yesus ini mengingatkan kita bahwa Dia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani. Dia tidak menghindar dari tugas ini, meskipun Dia adalah Anak Allah, karena Dia tahu bahwa misi-Nya adalah untuk melayani umat manusia-dengan mengorbankan nyawa-Nya bagi kita di kayu salib. Pembasuhan kaki melambangkan tindakan kasih dan ketiadaan pamrih yang akan segera Dia tunjukkan.

Sebagai orang Kristen, kita dipanggil untuk meniru kerendahan hati dan kasih Kristus. Kita diingatkan bahwa melayani orang lain – terutama mereka yang miskin, menderita, dan terpinggirkan – bukanlah pekerjaan kasar, tetapi merupakan cerminan sejati dari kasih Kristus. Di dunia yang sering kali diwarnai oleh kekuasaan, kekayaan, dan persaingan, Yesus mengajarkan kita bahwa hal yang paling mulia yang dapat kita lakukan adalah membantu satu sama lain tanpa mengharapkan imbalan atau pengakuan.

Dalam pembasuhan kaki, Yesus mengundang kita untuk merenungkan kehidupan kita sendiri. Apakah kita mau melayani orang-orang di sekitar kita dengan kasih dan kerendahan hati yang sama seperti yang Dia tunjukkan? Marilah kita ingat bahwa Dia selalu berada di sisi kita, siap untuk membasuh kaki kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan menuntun kita melalui kesulitan hidup. Kiranya kita mengikuti teladan-Nya, mengizinkan kasih-Nya mengubah kita menjadi hamba yang rendah hati bagi sesama.

Tuhan, tolonglah aku untuk memahami apa artinya menjadi pelayan. Tolonglah aku untuk menghidupi kerendahan hati dalam hidupku. Semoga karunia Tubuh dan Darah-Mu yang Maha Kudus mengubah aku menjadi pribadi yang Engkau kehendaki. Amin.

Author

Write A Comment