Remah Harian

MULUT DAN JARI

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Senin, 24 Juni 2024, Hari Raya Kelahiran St. Yohanes Pembaptis
Bacaan: Yes. 49:1-6Mzm. 139:1-3,13-14ab,14c-15Kis. 13:22-26Luk. 1:57-66,80

LUK 1: 63

Mungkin banyak dari kita bertanya-tanya, mengapa kelahiran St Yohanes Pembaptis diperingati sebagai Hari Raya dan mengapa dirayakan pada tanggal 24 Juni. Tanggal Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis dihitung dalam hubungan dengan sebuah perayaan penting yang lain dalam kalender liturgi. Persis tiga bulan lalu, tanggal 25 Maret, kita rayakan Hari Raya Kabar Sukacita, ketika Maria, mengandung bayi Yesus setelah ia menjawab “Ya” terhadap panggilan Tuhan untuk menjadi ibu Penebus. Pada hari yang sama itu ia mendengar dari Malaikat bahwa sanaknya, Elisabet yang sudah lanjut itu, sudah 6 bulan mengandung. Maria kemudian bergegas mengunjungi Elisabet. Maria tinggal tiga bulan lamanya di rumah Elisabet dan Zakaharia (Luk 1: 56). Tiga bulan sesudah Kabar Sukacita kepada Maria itulah hari lahir Yohanes Pembaptis, baru kemudian Maria kembali ke Nasaret.

Penghormatan kepada St. Yohanes Pembaptis sendiri mulai berkembang pada abad ke-4, awal penghormatan kepadanya meluas di seluruh dunia. Penghormatan yang luar biasa dikembangkan. Dalam karya seni dari segala zaman, Yohanes Pembaptis dan kehidupannya merupakan tema yang digemari oleh para seniman terkenal. Dia digambarkan dengan pakaian khas dari kulit unta, sabuk kulit di pinggangnya dan memegang sebuah tongkat yang ujungnya berbentuk salib.

Dia adalah pelindung keuskupan yang tak terhitung jumlahnya; banyak basilik dan gereja didedikasikan untuknya, dimulai dengan “ibu dari semua” gereja, Basilik Santo Yohanes Lateran, yang didirikan oleh Kaisar Konstantinus. Nama Yohanes mungkin adalah nama yang paling umum di dunia. Banyak kota dan negara yang dinamai menurut namanya.

Walau demikian, Yohanes Pembaptis bukanlah orang suci yang sering diminta perantaraan untuk mukjizat atau permohonan. Untuk sebuah rahmat khusus, berkat, bantuan, kita mencari perantaraan orang-orang kudus lainnya, tetapi bukan Yohanes Pembaptis! Namun, ia begitu populer. Bagaimana kita menjelaskan hal ini?

Mungkin salah satu alasannya adalah pujian Yesus kepada Yohanes Pembaptis: ” “Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari? Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja. Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih dari pada nabi. Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.” (Mat. 11:7-11).

Sejak awal abad keempat, para biarawan Gereja purba – bapa-bapa padang gurun – menghuni padang gurun Yudea di mana Yohanes Pembaptis menghabiskan hidupnya. Mereka menganggapnya sebagai salah satu dari mereka, sebuah model kehidupan asketis dan mereka menyebarkan devosi khusus kepada Yohanes Pembaptis.

Ketika para seniman menggambarkan Yohanes Pembaptis, ada dua simbol yang sering dipakai untuk melambangkannya. Yang pertama adalah mulut yang berteriak. Itu menggambarkan suara yang berseru di padang gurun, memanggil orang-orang untuk bertobat. Ini adalah suara yang tidak dapat dibungkam, menegur para pemimpin agama dan mereka yang telah berpaling dari Tuhan, dan mendesak orang-orang untuk mengubah cara hidup mereka. Tanpa rasa takut ia menantang Raja atas hubungan zinahnya. Dia membayarnya dengan mahal, dan harus kehilangan hidupnya dengan dipenggal kepalanya.

Gambaran kedua dari Yohanes Pembaptis adalah jari yang menunjuk kepada Mesias yang akan datang, dan di sini pun ia membayarnya dengan mahal, karena murid-muridnya sendiri meninggalkannya untuk mengikut Yesus. Namun, ia tetap berjalan terus: Dia yang ia wartakan harus menjadi lebih besar. Kesungguhan ini mengundang kita untuk berani memberitakan Injil dan terus-menerus menunjuk kepada Yesus. Kita bukanlah pusat dari Misi, tetapi Kristuslah yang menjadi pusatnya.

Bahkan sejak sebelum dilahirkan, masing-masing dari kita telah dipanggil oleh Allah untuk diselamatkan oleh Kristus. Kita masing-masing dipanggil hari ini untuk mempersiapkan jalan Tuhan bagi orang-orang yang kita temui. Kita dipanggil hari ini untuk menunjukkan kehadiran Yesus Tuhan, dengan cara kita menghidupi Injil-Nya.

Allah yang penuh belas kasihan, kami merayakan hari ini dengan sukacita kelahiran Yohanes Pembaptis, utusan-Mu yang memaklumkan era baru dan mempersiapkan jalan bagi Putra-Mu. Tolonglah kami untuk memberitakan pesan Yesus dalam bahasa baru yang dituntut oleh zaman dan lingkungan kami. Berikanlah kami keberanian untuk meninggalkan cara-cara lama kami dan dengan tegas membuka bagi orang-orang masa kini jalan baru menuju masa depan yang Engkau tawarkan kepada kami di dalam Yesus Kristus, Putra-Mu. Amin.

Author

Write A Comment