Remah Harian

MENYANGKAL YESUS

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Sabtu, 13 Juli 2024, Sabtu Pekan Biasa XIV

Bacaan: Yes 6:1-8Mzm 93:1ab.1c-2.5Mat 10:24-33.

MAT 10: 33

Ada beberapa kemungkinan penyangkalan kita terhadap Yesus. Menurut William Barclay, kita dapat menyangkal Yesus dengan perkataan kita, dengan sikap diam, dan dengan tindakan kita.

Pertama, kita dapat menyangkal Yesus dengan kata-kata kita. Alih-alih berbicara tentang prinsip-prinsip dan nilai-nilai Injil, kita malah berbicara tentang desas-desus jahat dan gosip yang merusak. Alih-alih mengatakan kebenaran saat dibutuhkan, kita malah membuka rahasia yang tidak seharusnya. Alih-alih memberikan kata-kata yang menguatkan dan menginspirasi satu sama lain, kita malah membuat satu sama lain patah semangat dan depresi.

Kedua, kita dapat menyangkal Yesus dengan sikap diam kita. Diam tidak selalu berarti emas. Berbicara terkadang bisa berdampak buruk, tetapi begitu juga dengan diam, dan bahkan lebih buruk lagi. Sikap diam dapat menyebabkan rasa sakit yang begitu dalam. Tak ada penyesalan yang begitu pahit selain kata-kata yang seharusnya disampaikan namun tak pernah terucapkan. Berulang kali, kehidupan memberi kita kesempatan untuk berbicara bagi Kristus, untuk menyampaikan protes terhadap kejahatan, untuk mengambil sikap, dan untuk menunjukkan di pihak mana kita berada. Berulang kali dalam kesempatan seperti itu, kita lebih memilih untuk diam daripada berbicara. Namun, sikap diam seperti itu adalah penyangkalan terhadap Yesus Kristus.

Ketiga, kita dapat menyangkal Yesus dengan tindakan kita. Kita dapat hidup sedemikian rupa sehingga hidup kita merupakan penyangkalan yang terus menerus terhadap iman yang kita anut. Kita yang telah berjanji setia kepada Injil mungkin bersalah atas segala macam ketidakjujuran kecil dan kepalsuan besar. Kita yang seharusnya mengikut Yesus dalam memikul salib, mungkin saja menjalani hidup yang didominasi oleh keinginan mencari kemudahan dan kenyamanan.

Bagaimana Anda telah menyangkal Yesus dalam kehidupan Anda sehari-hari?

Tuhan, semoga aku dapat selalu memberitakan Engkau Dan Injil-Mu melalui perkataan dan perbuatanku. Amin.

Author

Write A Comment