Remah Harian

MENJADI KRISTUS YANG LAIN

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Jumat, 19 April 2024, Jumat Pekan Paskah III
Bacaan: Kis 9:1-20Mzm 117:1.2Yoh 6:52-59

YOH 6: 54 – 56

Dalam Injil hari ini, Yesus mengatakan kepada para pendengar-Nya bahwa jika mereka tidak makan daging-Nya dan minum darah-Nya, mereka tidak akan memiliki hidup. “Barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.” Dalam Salah satu homilinya Paus Fransiskus mengingatkan kita bahwa Ekaristi bukanlah simbol belaka; itu adalah kehadiran Yesus yang sesungguhnya. Ketika kita mengambil bagian dalam roti dan anggur, indera fisik kita bertemu dengan yang ilahi. Ini adalah sebuah persekutuan yang menyatukan kita dengan Kristus sendiri.

Sepanjang pekan ini, kita telah merenungkan Bab 6 Injil Yohanes dan mencoba untuk memahami pentingnya panggilan Yesus untuk mengambil bagian dalam daging dan darah-Nya. Bersatu dengan Kristus berarti bersatu dengan cara berpikir dan berperilaku Yesus, menyerap seluruh pribadi Yesus. Hal ini melibatkan kemampuan untuk menyatakan, seperti Paulus, “Aku hidup, namun bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.” “Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.”

Perlu diingat bahwa semua itu tidak boleh hanya berhenti pada perayaan liturgi saja. Ekaristi pada dasarnya adalah sebuah perayaan komunal atas identitas kita sebagai saudara dan saudari yang mewujudkan Tubuh Kristus bagi satu sama lain dan bagi seluruh dunia. Kita menerima daging dan darah Yesus tidak hanya melalui Sabda Tuhan yang diwartakan selama Liturgi dan pembagian Roti dan Anggur, tetapi juga melalui setiap interaksi yang penuh kasih dalam komunitas. Oleh karena itu, Ekaristi tidak lengkap tanpa kehadiran Tubuh Kristus yang menjadi nyata dalam kehidupan bersama kita.

St. Agustinus berkata, “Kita menjadi apa yang kita makan.” Dengan menerima dan bersatu dengan Kristus, kita menjadi Kristus yang lain. Dengan demikian, pelayanan kasih kita, pemberian diri kita, seperti dikatakan oleh Ibu Teresa dari Calcutta, adalah pemberian kita yang terbesar, sebab kita membagikan Yesus, hanya Yesus, dan selalu Yesus.

Yesus, Roti Hidup, berikanlah aku makanan tubuh, jiwa dan rohku. Amin.

Author

Write A Comment