Remah Harian

MENGOSONGKAN DIRI SEPERTI YESUS

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Sabtu, 20 Juli 2024, Sabtu Pekan Biasa XV
Bacaan: Mi 2:1-5Mzm 10:1-2.3-4.7-8.14Mat 12:14-21.

Bagaimana cara kita mencapai kesuksesan dan kemenangan dalam hidup kita? Dalam kehidupan setiap orang, ada saat-saat penting atau titik balik yang menjadi titik tolak kehidupan mereka.

Injil hari ini menggambarkan Yesus sebagai seorang penyembuh yang lebih memilih bekerja dalam keheningan, memenuhi gambaran hamba Tuhan Yesaya. Tanpa menarik perhatian kepada dirinya sendiri, dia diam-diam memenuhi misi-Nya untuk menyampaikan pesan keselamatan kepada yang sakit. Dia membawa kesembuhan kepada orang sakit, namun dia berusaha menghindari perhatian yang tidak diinginkan. Terlepas dari usahanya, ada beberapa kejadian di mana menghindari pengakuan adalah hal yang mustahil. Namun, mengejar penghargaan dan mencari promosi diri bertentangan dengan nilai-nilai Tuhan.

Konfrontasi yang memuncak antara orang-orang Farisi dan Yesus merupakan momen krisis yang menentukan. Para pemimpin agama didorong oleh prasangka mereka terhadap Yesus, dan oleh karena itu, mereka bersekongkol bukan hanya untuk menentang Yesus, tetapi juga untuk melenyapkan-Nya.

Yesus menggunakan krisis ini untuk mengajarkan kepada murid-murid-Nya sebuah pelajaran penting: satu-satunya jalan menuju kemuliaan di dalam kerajaan Allah adalah melalui salib. Matius mengutip nubuat “Hamba yang Menderita” dari kitab Yesaya untuk menjelaskan bagaimana Yesus sang Mesias akan menyelesaikan misinya – bukan melalui kekuasaan yang menghancurkan – tetapi melalui kasih dan pelayanan pengorbanan (Yesaya 42:1-4)

Kita dipanggil untuk memikul salib kita setiap hari – salib kasih, bela rasa dan belas kasihan. Mengasihi orang lain tidak selalu mudah; sebaliknya, hal itu bisa menyakitkan. Belas rasa dan belas kasihan, yang dihasilkan dari cinta dan kasih yang tulus kepada orang-orang di sekitar adalah salib yang harus kita pikul ketika kita mengikut Tuhan.

Tuhan, curahi kami Roh-Mu agar kami dapat melayani dan mengasihi lebih sungguh dan tanpa pamrih seperti Engkau. Amin.

Author

Write A Comment