Remah Harian

MENGIKUT YESUS: MEMILIH SALIB

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Senin, 15 Juli 2024, Senin Pekan Biasa XV, Peringatan St. Bonaventura

Bacaan: Kel. 1:8-14,22Mzm. 124:1-3,4-6,7-8Mat. 10:34 – 11:1.

MAT 10: 34

Kata-kata Yesus yang kita dengar hari in terdengar aneh. Bukankah Ia sang Raja Damai yang menentang kebencian dan peperangan serta memerintahkan kasih, bahkan kasih kepada musuh?

Tetapi Yesus selalu jujur kepada orang-orang yang dipanggil-Nya untuk mengikuti Dia. Anehnya, Dia menawarkan konflik kepada mereka; dan dalam konflik tersebut tak jarang yang menjadi “musuh” adalah anggota keluarga sendiri.

Pernah saya jumpai, misalnya, seorang ibu telah dibaptis, tetapi karena itu suaminya menolaknya dan tidak mengizinkan kedua anaknya untuk mengikuti ibu mereka untuk dibaptis.

Mengikuti Yesus berarti membuat pilihan: menerima atau menolak Dia. Memang jarang terjadi seseorang dihadapkan pada pilihan yang amat drastis seperti ini. Kita mungkin tidak pernah menghadapi pilihan yang ekstrim, tetapi faktanya tetap ada kemungkinan bahwa orang-orang yang kita kasihi akan menjadi penentang kita, yang menghalangi kita untuk melakukan apa yang Allah kehendaki untuk dilakukan.

Yesus menawarkan Salib. Sebagai pengikut-Nya, terkadang kita mungkin harus mengorbankan ambisi pribadi, kenyamanan yang mungkin telah kita nikmati, karier yang mungkin telah kita capai. Kita mungkin harus mengesampingkan beberapa impian kita. Kita pasti harus mengorbankan keinginan kita, karena tidak ada orang Kristen sejati yang dapat melakukan apa yang dia suka; dia harus melakukan apa yang Kristus kehendaki. Dalam Kekristenan, selalu ada salib, karena ini adalah agama Salib.

Ketika kita mencari kenyamanan dan keamanan serta pemenuhan ambisi pribadi, kita mungkin akan mendapatkan semua itu, tetapi kita tidak akan bahagia; karena kita diutus ke dalam dunia ini untuk melayani Allah dan sesama kita. Cara untuk melayani orang lain, cara untuk memenuhi tujuan Tuhan bagi kita, cara menuju kebahagiaan sejati adalah dengan menjalani hidup tanpa pamrih. Hanya dengan demikian kita akan menemukan kehidupan – di dunia dan di akhirat.

Apakah Anda takut membuat pilihan yang dituntut Tuhan dari Anda? Apakah Anda mencari kompromi ketimbang mengambil keputusan yang radikal yang dikehendaki Tuhan?

Tuhan, sabda-Mu menggelisahkanku. Terima kasih karena Engkau telah jujur kepadaku. Betapa sering aku cenderung memilih kompromi dan kenyamanan. Berikanlah aku keberanian dan kekuatan untuk memilih Salib, seberat apapun itu. Amin.

Author

Write A Comment