Sabda Hidup
Rabu, 21 Mei 2025, Rabu Pekan Paskah V
Bacaan: Kis. 15:1-6; Mzm. 122:1-2,3-4a,4b-5; Yoh. 15:1-8.
“Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.”
[Yoh 15: 4]
Dalam Injil Yohanes Bab 15, Yesus menekankan sebuah kata yang penting: “tinggallah.” Hari ini, penulis Injil menyoroti salah satu makna yang ia berikan kepada kata kerja ini: TINGGAL atau bersatu dengan Yesus seperti ranting-ranting pada pokok anggur.
Dengan menggunakan gambaran pokok anggur dan ranting-rantingnya, Dia mengajarkan bahwa kehidupan dan kesuburan kita sepenuhnya bergantung pada persatuan kita dengan-Nya. Tinggal di dalam Yesus berarti persekutuan yang mendalam antara Dia dan orang yang percaya kepada-Nya. Sama seperti ranting menerima kehidupan dari dan melalui pokok anggur, demikian juga kita menerima kehidupan kita di dalam dan melalui Yesus. Ranting-ranting yang bersatu mengekspresikan vitalitas pokok anggur karena ranting-ranting tersebut memiliki darah Kristus – kehidupan Kristus. Tanpa Dia, kita akan menjadi kering; dengan Dia, kita akan berbuah. Kasih Bapa yang penuh kesabaran, seperti seorang bijak yang memelihara pohon anggur, memelihara kita sehingga kita dapat menghasilkan buah-buah sukacita, keadilan, dan pengharapan.
Dalam dunia yang sedang berjuang dengan isolasi, kerusakan lingkungan, dan hubungan antar manusia yang rapuh, Kristus mengundang kita untuk berziarah dalam pengharapan selama tahun Yubileum ini. Hidup kita terbenam dalam mata air kasih Allah. Getah ilahi ini, yang pertama kali diberikan kepada kita pada saat Pembaptisan, harus dijaga dengan penuh kasih sayang.
Paus Fransiskus telah mengusulkan pedoman berikut dalam perjalanan kita sebagai Peziarah Pengharapan. Dia memberikan empat poin:
- Tetaplah dalam doa, terus menerus menimba kekuatan dari Kristus, Sang Pokok Anggur Sejati.
- Tetaplah dalam Firman, membiarkan Firman Tuhan mempengaruhi setiap keputusan.
- Tetaplah di dalam kasih, mendukung mereka yang terpinggirkan dan memelihara lingkungan kita bersama.
- Tetaplah dalam komunitas, membangun jembatan di mana perpecahan dan kesepian mengancam.
Tinggal di dalam Kristus bukan berarti stagnan – ini adalah sebuah proses pertumbuhan, perkembangan, dan kesaksian. Kehadiran-Nya di dalam diri kita menghasilkan buah yang merevitalisasi dunia: bukan anggur yang pahit, tetapi anggur sukacita yang menyenangkan, anggur pengharapan.
Keindahan ciptaan Tuhan harus dilindungi, begitu juga dengan karunia iman. Marilah kita menjadi ranting-ranting yang penuh dengan kehidupan, menghasilkan buah-buah Injil di mana pun kita ditanam! Tinggallah di dalam Kristus – dan hidup Anda akan dipenuhi dengan anggur pengharapan yang menyegarkan dunia!
Tuhan, pokok anggurku, janganlah biarkan aku, ranting yang lemah ini terpisah dari-Mu. Teruslah memelihara aku sementara aku berusaha untuk tetap bersatu dengan-Mu dan menghasilkan buah berlimpah bagi dunia. Amin.
