Remah Harian

MENGENAL DAN MENGIKUTI YESUS

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Kamis, 20 Februari 2025, Kamis Pekan Biasa VI
Bacaan: Kej. 9:1-13Mzm. 102:16-18,19-21,29,22-23Mrk. 8:27-33

Laporan berita dapat dianggap lengkap dan dapat diandalkan ketika menjawab lima pertanyaan penting. Itu merupakan prinsip jurnalistik: 4W1H (Who, Where, When, What + How). Siapa? Dimana? Kapan? Apa? Bagaimana? Tampaknya, inilah yang gagal dipertimbangkan oleh para murid Yesus ketika suatu hari Yesus menanyakan kepada mereka pertanyaan-pertanyaan ini, “Apa kata orang tentang Aku?” Apa yang telah kalian dengar dari orang-orang tentang Aku? Apa yang kamu ketahui tentang Aku?

Sayangnya, banyak dari tanggapan mereka tidak seakurat yang diharapkan Yesus dari mereka. Mereka membandingkannya dengan beberapa nabi dalam Perjanjian Lama, atau sebagai Yohanes Pembaptis. Dengan kata lain, para murid tidak lengkap dan akurat dalam memberi laporan mereka tentang Dia, khususnya, pertama, tentang identitasNya (tentang siapa Dia bagi mereka) dan kedua, seperti apa Dia bagi mereka dan ketiga, atas cara bagaimana Dia mencapai misi-Nya.

Namun, Petrus seperti biasa, mengambil inisiatif, berdiri dan menyatakan atas nama semua murid: “Engkau adalah Mesias.” Dia benar di satu sisi, tentang siapa Yesus baginya – seorang Mesias. Tetapi dia salah dalam dua pertanyaan krusial lainnya tentang “Apa” dan “Bagaimana.” Dia gagal memahami bahwa Yesus adalah “Mesias yang Menderita” dan yang akan mencapai misi-Nya dengan sengsara dan kematian-Nya di Kayu Salib.

Gagasan Petrus tentang “Mesias” adalah seorang pemimpin politik dan prajurit militer yang ditolak oleh Yesus. Untuk ini, Yesus menegur Petrus, “Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”

“Apa katamu, siapakah Aku ini?” ​​adalah pertanyaan pribadi yang menuntut tanggapan pribadi dari kita. Memang benar bahwa kita telah membaca dan mendengar banyak hal tentang Yesus sebagai guru, tabib, pengkhotbah, dan nabi. Tetapi apakah pemahaman ini menggerakkan dan mengilhami kita untuk lebih mengasihi Dia? Mengenal Yesus bukan hanya masalah pikiran dan pengetahuan, kita harus mengikuti cara hidup-Nya, mengasihi dan mengampuni seperti Dia, melayani dan memberikan hidup kepada orang lain seperti Dia.

Dengan kata lain, kita hanya bisa mengatakan bahwa kita mengenal Yesus secara pribadi jika kita mulai mengikuti Dia dalam hidup kita. Untuk itu diperlukan kesetiaan mengikuti-Nya bukan hanya saat Ia mulia, tetapi juga saat Ia bersengsara.

Tuhan, aku ingin lebih mengenal Engkau dan mengikuti Engkau. Amin.

Author

Write A Comment