Remah Harian

MENGAMPUTASI PENYEBAB DOSA

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Jumat, 14 Juni 2024, Jumat dalam pekan biasa X
Bacaan: 1Raj 19:9a.11-16Mzm 27:7-8a.8b-9abc.13-14Mat. 5:27-32.

MAT 5: 29 – 30

Suatu kali ada seorang kafilah sedang dalam perjalanan. Karena hari telah gelap dan malam tiba, ia menghentikan ontanya untuk beristirahat. Kafilah itu mendirikan kemahnya di padang pasir. Pada malam itu ia beristirahat dalam kemahnya, sedangkan ontanya kedinginan di luar kemah. Lama-lama, onta itu seakan mohon belas kasihan kepada tuannya, agar diperbolehkan masuk ke dalam kemah. Mula-mula binatang itu memasukkan kepalanya ke dalam kemah, seakaan-akan berkata: “Tuan, aku kedinginan di luar, ijinkan leherku dan kepalaku bernaung dalam kemahmu.”

Melihat kepala onta itu masuk ke dalam tenda, kafilah itu jatuh belas kasihan dan membiarkan onta itu memasukkan tubuhnya ke dalam kemah.

Apa yang terjadi? Karena dibiarkan masuk, onta itu pelahan-lahan memasukkan seluruh tubuhnya ke dalam kemah itu. Akhirnya binatang itu mengobrak-abrik kemah kafilah itu.

Jika kita menerapkan mentah-mentah apa yang dikatakan oleh Yesus dalam Injil hari ini, maka kita akan menjadi kumpulan orang cacat: tanpa tangan, tanpa kaki, tanpa mata. Yesus ingin murid-murid-Nya berani melawan dosa. Hentikan semua yang tidak murni dalam hidup kita. Jika ada kebiasaan yang mengarahkan kita kepada kejahatan, jika ada pertemanan atau persahabatan yang dapat menjadi penyebab dosa, jika ada kesenangan yang mengarahkan kita kepada kehancuran, maka hal itu harus “diamputasi” dari hidup kita.

Sering kali kita terlalu permisif dan mengatakan, “Ah… senggol-senggol sedikit saja…. Ah, cuma menyimpang sedikit… Ah saya kan curi sedikit saja… yang lain berbuat dosa yang lebih besar….” dan seterusnya. Kita juga sering berdalih, “Ah, pikir-pikir doank…. Keinginan doank… Kan belum direalisasikan…” tetapi kita lupa bahwa hidup beriman itu lahir dan batin.

Ketika kita memberi tempat sedikit saja bagi dosa, maka ia pun akan mengobrak-abrik seluruh kehidupan kita.

Tuhan, berilah aku keberanian untuk “memenggal” apa pun yang diperlukan ketika aku mendapati diriku dicobai. Amin.

Author

Write A Comment