Sabda Hidup
Minggu, 11 Mei 2025, Minggu Paskah IV Tahun C, Hari Minggu Panggilan
Bacaan: Kis. 5:27b-32,40b-41; Mzm. 30:2,4,5,6,11,12a,13b; Why. 5:11-14; Yoh. 21:1-19.
“Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.”
(Yoh 10:27).
Pada HEI Minggu Paskah IV, yang juga dikenal sebagai Minggu Gembala yang Baik, kita, Gereja, kembali mendengar suara Yesus: “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,” (Yohanes 10:27). Ini bukanlah kata-kata puitis belaka; ini adalah undangan Tuhan Yang Bangkit kepada kita masing-masing, memanggil kita ke dalam sebuah hubungan penuh kepercayaan yang mendalam dan kasih yang kekal. Kita diundang untuk mendengar, mengenal, dan mengikuti-Nya.
Tahun ini, Minggu Gembala yang Baik bergema dengan makna yang lebih dalam ketika Gereja berjalan bersama melalui masa pengharapan dan penegasan. Para Kardinal berkumpul dalam Konklaf, tidak hanya untuk memilih, tetapi untuk mencari – atas nama seluruh Gereja – seorang Gembala yang sesuai dengan citra Kristus: seorang yang mendengarkan sebelum berbicara, yang memanggul sebelum memerintah, dan yang memimpin bukan karena status, tetapi karena pelayanan. Kita semua dalam sukacita bersyukur, karena kepada kita telah diberikan seorang Gembala, Paus Leo XIV.
Dalam Injil hari ini, Yesus menampilkan diri-Nya sebagai Gembala yang Baik, Gembala yang menyerahkan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya. Kepedulian-Nya bukanlah kepedulian yang jauh atau abstrak, melainkan kepedulian yang bersifat pribadi, penuh pengorbanan, lembut, dan kuat. Dia mengenal domba-domba-Nya secara dekat, berjalan bersama mereka melalui lembah-lembah yang paling gelap, dan menuntun mereka menuju kehidupan. Pengetahuan ini bukan hanya bersifat faktual; ini adalah pengenalan hati. Ia mengenal luka, ketakutan, dan kegagalan kita – dan masih saja, Ia memanggil kita dengan nama kita.
Hari ini juga merupakan hari Minggu Panggilan, yang mengingatkan kita bahwa setiap orang Kristen dipanggil untuk mengikut Kristus dan menghidupi panggilan kasih dan pelayanan. Sementara beberapa orang dipanggil untuk menjadi imam atau hidup membiara, kita semua – baik yang masih lajang, sudah menikah, maupun yang telah membaktikan diri – memiliki peran penting dalam misi Gereja. Setiap panggilan, dengan caranya sendiri, berkontribusi pada karya penginjilan. Tidak ada panggilan yang lebih rendah; semuanya dibutuhkan, dan semuanya kudus jika dihidupi dengan iman, kemurahan hati, dan kasih.
Untuk mendengar suara-Nya, kita harus belajar untuk mendengarkan kembali. Di dunia yang penuh dengan kebisingan, gangguan, dan perpecahan, Kristus masih berbicara-dalam keheningan, dalam doa, dalam Kitab Suci, dan melalui Gereja. Apakah kita menyediakan ruang untuk mengenali suara-Nya? Apakah kita terbuka kepada Gembala yang datang bukan untuk mengendalikan tetapi untuk memanggil?
Mengikuti Gembala yang Baik berarti meneladani cinta dan belas kasih-Nya. Itu berarti berjalan bersama mereka yang terluka, membela mereka yang lemah, dan melayani mereka yang terhilang. Kebangkitan-Nya bukan hanya janji masa depan tetapi juga jalan masa kini – Dia memanggil kita untuk bangkit hari ini dan hidup sebagai orang-orang yang memiliki pengharapan Paskah.
Mari kita berdoa agar Gembala Gereja yang telah terpilih – penerus Petrus – adalah seorang yang mengenal bau domba-domba, yang berjalan bersama mereka yang miskin, hancur, terluka dan yang menunjukkan kepada kita kembali wajah Kristus.
Sang Gembala mengenalmu. Ia memanggilmu. Maukah engkau mengikutinya? Dan sementara kita bersyukur atas Gembala Gereja yang baru, marilah kita dipenuhi dengan sukacita, bersama Maria, Bunda Gereja, berdoa:
Tuhan, sumber kehidupan dan kebenaran yang kekal, berikanlah kepada gembala-Mu roh keberanian dan penilaian yang benar, roh pengetahuan dan kasih. Dengan setia menggembalakan mereka yang dipercayakan kepadanya, semoga ia, sebagai penerus Rasul Petrus dan Wakil Kristus, membangun Gereja-Mu menjadi sebuah sakramen persatuan, cinta dan damai bagi seluruh dunia. Amin.
