Sabda Hidup
Selasa 19 November 2024, Selasa Pekan Biasa XXXIII
Bacaan: Why 3:1-6.14-22; Mzm 15:2-3ab.3cd-4ab.5; Luk 19:1-10.
Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.” [Luk 19: 10]
Injil hari ini membawa kita ke jantung misi Yesus: menjangkau mereka yang terpinggirkan. Ketika Yesus mendekati Yerusalem, Dia berhenti di Yerikho, bertemu dengan Zakheus, seorang pemungut cukai yang dijauhi oleh masyarakatnya. Terlepas dari kekayaannya, Zakheus merindukan sesuatu yang lebih dan, dengan menembus batasan-batasan sosial, ia memanjat sebuah pohon untuk bertemu dengan Yesus. Tanggapan Kristus tidak terduga dan radikal: Dia dengan sepenuh hati mengunjungi rumah Zakheus, mengabaikan penghakiman orang-orang yang menyebut Zakheus sebagai orang berdosa. Melalui kehadiran-Nya yang sederhana, Yesus menawarkan penerimaan, dan penerimaan ini mengubah hati Zakheus.
Perikop ini mengajarkan kita bahwa setiap orang, tanpa memandang latar belakang atau kesalahan mereka, dikasihi oleh Tuhan. Kita dipanggil untuk melihat orang lain seperti yang Yesus lakukan, melihat potensi mereka untuk berubah dan bukan melihat masa lalu atau keterbatasan mereka. Tugas kita sebagai umat Katolik adalah meruntuhkan sekat-sekat yang mengucilkan dan membangun jembatan belas kasih dan pengertian.
Kisah Zakheus juga mengundang kita untuk membuka hati kita, mengizinkan Yesus tinggal di dalamnya. Iman yang sejati memanggil kita untuk melangkah melampaui kenyamanan dan norma-norma sosial untuk masuk lebih dalam, dalam kasih kita kepada Tuhan dan sesama. Seperti Zakheus, kita dapat memeriksa hidup kita dan bertanya: Apa yang menghalangiku untuk lebih mengasihi Tuhan Dan sesama? Bagaimana saya dapat hidup dengan cara yang bermanfaat bagi sesama?
Sambutan Yesus kepada Zakheus mengingatkan kita bahwa keselamatan adalah sebuah perjalanan komunal setiap hari. Kita dipanggil untuk membina komunitas yang penuh inklusi dan harapan di mana setiap orang menemukan martabat dan rasa memiliki. Dengan mengikuti teladan Yesus – hidup dengan adil, merangkul belas kasih, dan mengasihi dengan berani – kita menghidupi Injil. Marilah kita berdoa agar mempunyai hati seperti hati Kristus, yang terbuka dan siap untuk menyambut, dan memiliki keberanian untuk hidup sebagai mercusuar kasih-Nya di dunia kita.
Tuhan, Engkau telah menunjukkan belas kasih yang besar kepadaku. Ajarlah aku untuk berbelas kasih kepada sesama. Tolonglah aku untuk mengasihi, merangkul dan menjaga mereka serta memilih untuk tidak menghakimi. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu. Amin.
