Remah Harian

MEMILIH KEHIDUPAN ATAU KEMATIAN

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Kamis, 6 Maret 2025, Kamis Sesudah Rabu Abu
Bacaan: Ul. 30:15-20Mzm. 1:1-2,3,4,6Luk. 9:22-25.

Pada awal peziarahan masa Prapaskah, Gereja mengajak kita untuk merenungkan perkataan Musa dan Yesus. Musa berkata kepada bangsa Israel, “Kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk,” Kamu harus memilih. Namun, tidak mudah untuk memilih. Lebih nyaman untuk hidup dengan membiarkan diri kita terbawa oleh kemapanan, keengganan untuk berubah, dan kebiasaan.

Sudahkah Anda memilih cara hidup Anda? Apakah Anda berada di sisi kehidupan atau di sisi kematian? Hari ini, Gereja mengajak kita untuk berhenti sejenak. Mulailah masa Prapaskah dengan pertanyaan-pertanyaan kecil yang akan membantu kita untuk menimbang-nimbang dan merenung: “Seperti apakah hidup saya?”

Hal pertama yang harus ditanyakan kepada diri kita sendiri adalah: “Siapakah Allah bagi saya? Bagaimana hubungan saya dengan Yesus?” Dan yang kedua: “Bagaimana hubungan saya dengan sesama, keluarga, dengan orang tua, saudara kandung, istri atau suami, dan anak-anak?” Kedua rangkaian pertanyaan ini pasti akan membantu kita menemukan hal-hal yang perlu kita perbaiki.

Kita selalu ingin menang, kita ingin menghasilkan, kita ingin sukses. Tetapi Yesus menantang kita: “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?” Jalan yang salah untuk diikuti adalah selalu mengejar kesuksesan dan kekayaan tanpa mempertimbangkan Tuhan atau keluarga.

Marilah kita mempercayakan hidup kita kepada Tuhan, yang menyertai kita dan menolong kita untuk memilih yang baik. Marilah kita memohon kepada-Nya anugerah keberanian, karena dibutuhkan sedikit keberanian untuk berhenti dan bertanya pada diri sendiri: bagaimana saya berdiri di hadapan Tuhan? Bagaimana hubungan saya dengan sesama? Bagaimana hubungan saya dalam keluarga? Apa yang perlu saya ubah?

Tuhan, beri aku keberanian untuk mengasihi Engkau, berjalan di jalan-Mu dan mematuhi perintah-perintah-Mu. Mampukan aku untuk menyangkal diri, memikul salib dan mengikuti-Mu. Sebab dengan semuanya itu aku memilih kehidupan. Amin.

Author

Write A Comment