Remah Harian

MELIHAT YESUS, MELIHAT BAPA

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Sabtu, 17 Mei 2025, Sabtu Pekan Paskah IV
Bacaan: Kis. 13:44-52Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4Yoh. 14:7-14.

Kata Filipus kepada-Nya: “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.” Kata Yesus kepadanya: “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa.”
(Yoh 14: 8 – 9)

Dalam Injil hari ini, kita jumpai Filipus yang kebingungan dan meminta Yesus untuk menunjukkan Bapa kepadanya, sebuah permintaan yang mungkin “pernah” diajukan oleh banyak dari kita dalam kehidupan kita sendiri, walau dalam pertanyaan yang berbeda: “Di manakah Allah?” “Seperti apakah Allah itu?” Pada abad pertama, jemaat dalam komunitas Yohanes, yang belum pernah melihat Yesus secara langsung, sedang belajar untuk memahami kebenaran yang mendalam tentang Allah yang dinyatakan melalui Yesus. Seperti yang ditulis oleh Yohanes Penginjil, Yesus adalah Putera Bapa, dan jika kita ingin mengenal Allah, kita harus melihat Yesus. Mengenal Dia berarti mengenal Bapa.

Bagi kita, orang Kristen, pertanyaan di atas sudah terjawab. Kita diundang untuk melihat Yesus – bukan hanya pada ajaran-Nya, tetapi juga pada pribadi Yesus sendiri, dan dengan melakukan hal itu, kita berjumpa dengan Allah. Meskipun kita tidak melihat Yesus secara fisik, kita dapat mengalami kehadiran-Nya melalui karya-karya-Nya dalam hidup kita, dalam Gereja, dan dalam dunia. Ketika kita berjalan dalam iman, Kristus yang hiduplah yang menyatakan Allah kepada kita setiap hari, mengundang kita ke dalam hubungan yang lebih dalam dengan Bapa.

Perikop Injil juga memberikan sebuah janji: jika kita meminta dalam nama Yesus, kita akan menerima. Tentu saja permintaan kita bukan sekadar memenuhi keinginan kita, tetapi meminta apa yang sesuai dengan kehendak Allah. Yesus meyakinkan kita bahwa Allah Bapa akan menjawab doa-doa kita secara langsung, tidak melalui perantara, tetapi dengan kepenuhan kasih-Nya. Ini adalah pengingat bahwa kita tidak perlu ragu untuk meminta, karena melalui doa, hati kita akan dibukakan kepada kasih karunia dan berkat Tuhan.

Hari ini, luangkan waktu sejenak untuk merenungkan kebutuhan terdalam hati Anda. Bawalah semua itu ke hadapan Tuhan dalam doa, dengan keyakinan bahwa Dia mendengar Anda. Mintalah dengan penuh keyakinan, percayalah pada kasih-Nya, dan percayalah bahwa sukacita Anda akan disempurnakan di dalam Dia.

Tuhan, semoga dari ke hari kami semakin mengenal, mengasihi, dan mengikuti Engkau. Amin.

Author

Write A Comment