Sabda Hidup
Jumat, 6 Desember 2024, Jumat Pekan Advent I
Bacaan: Yes. 29:17-24; Mzm. 27:1,4,13-14; Mat. 9:27-31.
Ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya dari sana, dua orang buta mengikuti-Nya sambil berseru-seru dan berkata: “Kasihanilah kami, hai Anak Daud.” Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: “Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?” Mereka menjawab: “Ya Tuhan, kami percaya.” Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: “Jadilah kepadamu menurut imanmu.” (Mat 9: 27 – 29)
Yesus memberikan penglihatan kepada dua orang buta yang berseru dengan iman, “Kasihanilah kami, hai Anak Daud.” Kesembuhan mereka mengingatkan kita di masa Adven ini akan janji Allah untuk memulihkan bukan hanya penglihatan fisik tetapi juga kejernihan moral dan pemahaman spiritual. Adven adalah masa pengharapan, yang mengundang kita untuk merindukan dunia yang penuh keadilan, kesetaraan, dan penebusan, di mana pemerintahan Allah dinyatakan sepenuhnya.
Yesaya menubuatkan masa depan yang bebas dari penindasan, penipuan, dan ketidakadilan, di mana kejujuran dan kebenaran menang. Visi ini mendorong kita untuk meneliti kebutaan moral di zaman kita – pelanggaran hak asasi manusia, arogansi dalam menegakkan nilai-nilai sekuler, dan kelemahan sistem peradilan yang sering kali lebih mengutamakan kekuasaan daripada integritas. Paus Fransiskus secara konsisten menyoroti ketidakadilan ini, mendorong umat Kristiani untuk menjadi saksi belas kasih dan katalisator perubahan di dunia yang terpecah belah. Dia mengingatkan kita bahwa iman tanpa tindakan tidak akan terpenuhi.
Penyembuhan kedua orang buta dalam Injil menggambarkan belas kasih Allah kepada mereka yang dengan tulus mencari Dia. Hal ini juga menyoroti kebutaan rohani kita – kesulitan kita untuk melihat dengan jelas jalan kebenaran di tengah-tengah godaan duniawi yang menghalangi. Namun, seperti yang ditunjukkan oleh Yesaya dan Yohanes Pembaptis, salah langkah adalah bagian dari perjalanan kita. Yang paling penting adalah memiliki hati yang terbuka untuk bertobat dan keinginan untuk berubah dan bertumbuh.
Masa Adven mengundang kita untuk melakukan tindakan-tindakan positif yang membawa kita kepada kejelasan yang lebih besar. Setiap tindakan keadilan, kebaikan, dan rekonsiliasi membawa kita lebih dekat kepada Kerajaan Allah. Seperti orang-orang buta itu, marilah kita berseru dengan iman, percaya pada kuasa Tuhan untuk menyembuhkan penglihatan kita. Kiranya kita menjadi pembawa-pembawa terang-Nya, menunjukkan kehadiran Allah yang luar biasa di tengah dunia yang merindukan penebusan.
Tuhan Yesus, sembuhkan kebutaan kami. Jadikan kami pembawa terang-Mu agar keadilan dan kebenaran ditegakkan dan belas kasih dinyatakan, sehingga Kerajaan-Mu datang. Amin.
