Remah Harian

MELIHAT DENGAN MATA IMAN

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Kamis, 30 Mei 2024, Kamis Pekan Biasa VIII
Bacaan: 1Ptr 2:2-5.9-12Mzm 100:2.3.4.5Mrk 10:46-52.

MRK 10: 52

Perikope Injil hari ini bercerita tentang penyembuhan seorang buta dari Yerikho, Bartimeus namanya. Dia mendengar bahwa Yesus lewat. Mengetahui bahwa itu adalah kesempatan dalam hidupnya ia bertindak cepat. 

Bartimeus tidak buta; ia hanya tidak dapat melihat. Dia melihat dengan hatinya dengan lebih baik ketimbang kebanyakan orang di sekitarnya, karena dia memiliki iman dan pengharapan. Lebih dari itu, penglihatan batin dari iman inilah yang juga menolongnya untuk memulihkan penglihatan fisiknya. “Imanmu telah menyelamatkan engkau,” kata Yesus kepadanya.

Ada beberapa godaan bagi para pengikut Yesus. Injil menggambarkan dua di antaranya dalam perikop hari ini. Tidak ada satu pun dari para murid yang berhenti ketika mendengar teriakan Bartimeus di jalan. Mereka terus berjalan dan bahkan mencoba menyuruhnya untuk diam.  Jika Bartimeus buta, mereka tuli: masalahnya bukanlah masalah mereka.

Ini adalah godaan bagi kita juga: ketika dihadapkan pada masalah, kita lebih memilih untuk menghindar seolah-olah kita tidak tahu.  Sama seperti para murid, meskipun kita bersama dengan Yesus, tetapi kita tidak berpikir seperti Dia dan menolak untuk merespons seperti Dia.

Ada godaan kedua, yaitu jatuh ke dalam “iman yang terjadwal”. Kita dapat berjalan bersama sebagai Umat Allah, tetapi kita sudah memiliki jadwal untuk perjalanan kita, di mana segala sesuatunya telah teragendakan: kita tahu ke mana harus pergi dan berapa lama waktu yang diperlukan; kita berharap semua orang menghormati agenda kita. Perjumpaan dengan orang yang berkebutuhan ada di luar agenda dan program. Dengan demikian, kita berisiko menjadi seperti “banyak orang” dalam Injil yang kehilangan kesabaran dan menghardik Bartimeus dan menyuruhnya diam. Beberapa waktu sebelumnya, mereka memarahi anak-anak (bdk. 10:13), dan sekarang pengemis buta itu. Siapa pun yang mengganggu agenda kita harus disingkirkan.

Bartimeus mewakili orang-orang yang mengalami kesengsaraan hidup dan merasa terpuruk, tertekan, dan sendirian. Namun, ia mengajarkan kita pelajaran tentang ketekunan. Janganlah kita pernah putus asa. Belas kasihan Tuhan tidak akan pernah mengecewakan kita. Tidak ada jadwal dan program bagi belas kasih Allah!

Allah kami yang hidup, Engkau sangat dekat dengan kami dalam suka dan duka. Berikanlah kami mata iman dan kasih untuk melihat misi yang telah Engkau berikan kepada kami dalam hidup ini serta rahmat dan keberanian untuk melaksanakannya. Bukalah mata hati kami agar memiliki pandangan yang jernih untuk melihat kebutuhan orang-orang yang meneriakkan kesengsaraan mereka atau menderita dalam kesunyian, sehingga kami dapat membawa belas kasih-Mu yang menyembuhkan kepada mereka dan membawa mereka kepada-Mu. Amin.

Author

Write A Comment