Sabda Hidup
Senin, 3 Februari 2025, Senin Pekan Biasa 4
Bacaan: Ibr. 11: 32-40; Mzm. 31:20,21,22,23,24; Mrk. 5:1-20.
Lalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa. Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Dia.” (Mrk 5: 1 – 2).
Bacaan Injil hari ini mengisahkan penyembuhan orang yang kerasukan roh jahat. Roh jahat itu menyebut diri “Legion” karena jumlahnya banyak (Mrk 5: 9). Dalam pasukan Romawi, 1 Legion terdiri dari 3000 sampai 6000 serdadu. Maka tidak mengherankan bahwa menurut Injil Markus, mereka pindah ke 2000 ekor babi (Mrk 5: 13).
Saya mengundang Anda untuk merenungkan tiga hal sehubungan dengan penyembuhan orang Gerasa yang kerasukan roh jahat ini.
Pertama, roh jahat membawa perpecahan. Orang yang kerasukan roh jahat mengalami perpecahan batin. Kita pun mengalaminya setiap kali kita berpaling dari Tuhan karena dosa yang telah kita lakukan. Bahkan perpecahan dalam keluarga, komunitas, dan masyarakat kita sering kali merupakan wujud dari pekerjaan si jahat. Si jahat menggoda kita dengan cara yang menarik, yakni mendewakan diri sendiri. Godaan itu akan membawa kita pada kehancuran.
Kedua, kekuatan kejahatan harus diatasi dan dikalahkan, bukan dinegosiasikan. Saat kita jauh dari Kristus, si jahat tidak dapat dicegah dan tidak dapat dikendalikan; menciptakan kekacauan besar dan semua tampak tak berdaya. Kuasa kejahatan mengendalikan kita saat Kristus “tidak ada”. Sedihnya, ada banyak orang, situasi dan tempat di mana Kristus “tidak ada” di sana. Ada begitu banyak tempat dan orang yang belum mengenal-Nya dan belum mengalami kasih karunia serta belas kasihan-Nya. Ada begitu banyak bidang budaya dan kehidupan modern yang masih belum tersentuh oleh Injil Kristus. Akibatnya, kuasa kejahatan menancapkan cengkeramannya dan menuntun banyak orang untuk melakukan dosa.
Tetapi, begitu kita menghadapi kejahatan dengan kuasa Kristus, iblis tidak dapat lagi melawan. Dosa dan kematian tidak memiliki masa depan ketika kita menghadapi mereka dengan kuasa Kristus, serta menaruh iman dan harapan kita kepada-Nya. Kita harus mengakui bahwa terlalu sering kita tergoda untuk berkompromi dengan dosa dan merasionalisasi tindakan kita. Tapi kita tidak bisa hidup berdampingan dengan kejahatan. Kejahatan harus dihancurkan, diusir dan dibuang dari kehidupan kita.
Ketiga, iman akan Kristus harus dibagikan kepada orang lain. Orang yang kerasukan roh jahat itu dipenuhi dengan keinginan untuk mengikuti Kristus setelah disembuhkan, tetapi Kristus memberinya tugas lain. Dia ingin menyertai Yesus karena dia bersyukur telah dibebaskan dari dosa dan kematian, namun Kristus memerintahkannya untuk tetap tinggal dan memberikan kesaksian tentang kuasa dan belas kasih Tuhan. Yesus berkata kepadanya: “Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!” (Mrk 5: 19). Maka dia harus pulang dan memberi tahu keluarganya bahwa apa yang dia terima bukan hanya anugerah pribadi, tetapi harus dibagikan dan dikomunikasikan kepada sebanyak mungkin orang. Pesannya adalah bahwa Kristus mengalahkan dosa dan telah mematahkan cengkeraman iblis terhadap umat manusia.
Mari kita renungkan, bagaimana saya memberi tempat bagi kuasa Kristus dalam diriku? Apakah saya dengan tegas melawan dosa dan kejahatan? Atau sering kali tergoda untuk berkompromi?
Ya Yesus, bebaskan kami dari segala yang jahat!
***
Berkat St. Blasius

Hari ini juga merupakan peringatan fakultatif dari St. Blassus. Blasius adalah seorang Uskup di Sebaste, di wilayah Armenia, Asia Kecil. Ia dikenal sebagai seorang ahli Fisika dan seorang gembala yang baik hati. Pada masa pemerintahan Kaisar Licinius, ia ditangkap dan dipenjarakan. Kemudian pada tahun 316, ia dihukum mati.
Menurut cerita rakyat, ia berhasil menyelamatkan seorang anak laki-laki dari kematian karena tulang ikan yang tersangkut pada tenggorokannya. Doa dan berkat Santo Blasius melepaskan anak itu dari bahaya kematian. Doa dan berkat Santo Blasius ini terus dilestarikan oleh Gereja hingga dewasa ini. Pada setiap tanggal 3 Februari, pada peringatan St Blasius, umat Katolik menghadiri misa Kudus untuk menerima berkat santo Blasius dari imam-imamnya. Berkat yang diberikan dengan menyilangkan dua buah lilin pada leher kita disertai doa berikut: Moga-moga Allah karena perantaraan Santo Blasius, Uskup dan Martir, membebaskan dikau dari penyakit tenggorokan dan dari kemalangan lainnya. Atas nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
