Remah Harian

MARILAH DAN KAMU AKAN MELIHATNYA

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Sabtu, 4 Januari 2025, Sabtu Hari Biasa Masa Natal
Bacaan: 1Yoh. 3:7-10Mzm. 98:1,7-8,9Yoh. 1:35-42.

Injil hari ini mengisahkan sebuah momen perjumpaan yang intim antara Yesus dan murid-murid-Nya yang pertama, Andreas dan seorang pengikut-Nya yang tidak disebutkan namanya. Perikop ini memberikan pelajaran bagi kita sebagai umat Katolik dalam menghadapi tantangan kehidupan modern. 

Ketika Yesus lewat, Yohanes Pembaptis berkata, “Lihatlah Anak Domba Allah.” Dua murid Yohanes mulai mengikuti Yesus, dengan rasa ingin tahu tetapi tidak yakin. Seberapa sering Yesus “lewat” dalam kehidupan kita sehari-hari – di saat-saat hening, dalam diri saudara-saudari yang berkebutuhan, atau di saat-saat yang penuh dengan berkat yang tak terduga? Apakah kita memperhatikan Dia? Dan ketika kita memperhatikannya, bagaimana kita menanggapinya? 

Yesus menoleh dan bertanya, “Apakah yang kamu cari?” Pertanyaan ini bukan hanya untuk Andreas dan temannya, tetapi juga untuk kita semua. Apa yang sesungguhnya kita cari dalam hidup ini? Kenyamanan, kesuksesan, atau makna hidup yang lebih dalam? Jawaban kita mengungkapkan banyak hal tentang hubungan kita dengan Tuhan dan tujuan kita sebagai murid.

Ketika para murid bertanya di mana Yesus tinggal, Dia menjawab, “Marilah dan kamu akan melihatnya.” Yesus mengundang mereka – dan kita – bukan untuk sebuah pemahaman atau pengetahuan yang statis tetapi untuk sebuah hubungan yang aktif dan personal. Dia memanggil kita untuk menemukan Dia dalam hidup kita: dalam doa, Kitab Suci, Ekaristi, dan wajah-wajah orang yang kita temui. Di manakah kita percaya bahwa Yesus “tinggal” saat ini? 

Setelah tinggal bersama Yesus, Andreas dipenuhi dengan sukacita. Ia mencari saudaranya, Simon, dan berseru, “Kami telah menemukan Mesias!” Pemuridan yang sejati mendorong kita untuk membagikan kasih Kristus kepada orang-orang di sekitar kita. Sama seperti Andreas, kita dipanggil untuk mewartakan Injil – untuk menolong keluarga, teman, sahabat, dan bahkan orang asing untuk berjumpa dengan Yesus. 

Mari kita ingat orang-orang yang telah menuntun kita kepada Yesus dan bertanya bagaimana kita dapat mengundang orang lain untuk “datang dan melihat” Sang Juruselamat yang berjalan di samping kita setiap hari. Semoga hidup kita menjadi saksi sukacita karena perjumpaan dengan Kristus.

Ya Yesus, tinggallah bersama kami, menemani peziarahan kami, agar kami juga dapat berkata kepada mereka yang kami jumpai: “Datanglah dan lihatlah Yesus yang hidup di tengah kami. Datanglah dan lihatlah bagaimana kami mencoba untuk mengasihi dan melayani satu sama lain. Datanglah dan lihatlah bagaimana keadilan, pengharapan dan kepercayaan ada di tengah-tengah kami.” Amin.

Author

Write A Comment