Sabda Hidup
Selasa, 7 Mei 2024, Selasa Pekan Paskah VI
Bacaan: Kis. 16:22-34; Mzm. 138:1-2a,2b-3,7c-8; Yoh. 16:5-11.
Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.”
(Yoh 16: 7)
Melepaskan adalah memilih bagian yang lebih baik. Dalam hidup ada saat-saat ketika kita perlu melepaskan orang-orang dan/atau hal-hal yang kita sayangi untuk tujuan yang lebih tinggi.
Dalam Injil hari ini, Yesus mengucapkan perpisahan kepada murid-muridnya setelah bertahun-tahun bersama mereka. Dia menghibur mereka dengan mengatakan: “Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. ”Dia berjanji bahwa Ia akan tetap bersama mereka melalui Roh Kudus dan melalui Roh Kudus dunia akan diubah.
Sering kali, untuk melepaskan, kita harus melepaskan zona nyaman tertentu. Seorang Pastor Paroki misalnya, ketika dimutasi merasa keberatan dengan alasan ada pembangunan yang belum selesai. Atau seorang biarawan ketika dipindahkan untuk tugas yang baru lalu marah-marah, bilang ada proyek yang sedang dikerjakan, lupa pada kaul ketaatannya. Atau seorang dengan jabatan tertentu, berat untuk melepaskan karena khawatir bahwa apa yang sedang dikerjakan nanti tidak akan terlaksana dengan baik, ketika diambil alih oleh orang lain.
Banyak dari kita yang mapan dengan pola yang sudah ada. Apalagi bila memegang kekuasaan. Padahal seorang pemimpin yang baik harus “melepaskan” kontrolnya agar dapat memberdayakan team-nya. Ia harus melepaskan identitas tertentu agar dapat memberi tempat bagi kemungkinan-kemungkinan yang baru. Melepaskan membuka kemungkinan-kemungkinan bagi pertumbuhan baru.
Melepaskan apa yang telah Anda ciptakan atau pelihara membutuhkan keberanian. Apakah Anda bersedia melepaskan pola yang sudah lama Anda jalani, peran, seperangkat keyakinan atau harapan, rasa aman atau kepastian, untuk bertumbuh? Tak jarang kita pegang erat apa yang telah kita miliki, enggan melepaskah padahal Tuhan hendak memberikan anugerah yang lebih besar.
Pada level pribadi, kita pun harus mengalami saat-saat melepaskan untuk mengalami pertumbuhan. Salah satu contoh konkret adalah melepaskan kebiasaan-kebiasaan dan sikap-sikap yang menghalangi hubungan baik kita dengan Tuhan dan orang lain. Tak jarang ada juga relasi-relasi yang kurang sehat, yang harus dilepaskan. Saat-saat melepaskan itu mungkin sulit pada awalnya tetapi kita harus percaya dan meminta kekuatan-Nya melalui Roh Kudus agar kita dapat melakukannya. Hanya melalui rahmat Tuhanlah kita dapat mengatasinya.
Adakah hal-hal yang harus saya lepaskan agar saya bertumbuh? Let go. Let grow.
Datanglah Roh Kudus, dan biarlah api kasih-Mu menyala di dalam hatiku. Biarlah aku hanya menginginkan apa yang murni, indah, kudus dan baik dan sesuai dengan kehendak Allah dan berikanlah aku keberanian untuk melepaskan semua yang tidak berkenan di hadapan-Mu. Amin.
