Sabda Hidup
Kamis, 18 Juli 2024, Kamis Pekan Biasa XV
Bacaan: Yes. 26:7-9,12,16-19; Mzm. 102:13-14ab,15,16-18,19-21; Mat. 11:28-30.
Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.”
MAT 11: 28 – 29
Kuk adalah sepotong kayu besar yang biasanya dibentuk sedemikian rupa, untuk di taruh di bagian pundak lembu untuk menarik beban, seperti menarik mata bajak, pengirik atau bahkan kereta pedati. Kuk dipasang agar jalan lembu itu tidak menyimpang. Dalam tradisi Rabinik, Hukum Musa dipandang sebagai kuk yang menjaga agar Israel tidak menyimpang dari Yahweh. Namun, selama berabad-abad, Hukum Musa menjadi beban yang tidak dapat ditoleransi, alat bagi para imam, ahli Taurat, dan orang Farisi untuk mengendalikan rakyat jelata. Matius, melalui kata-kata Yesus, berbicara kepada sesama orang Yahudi yang merasa tertindas oleh beban berat Hukum Taurat.
William Barclay mengatakan bahwa kuk ganda adalah hal yang biasa terjadi ketika dua ekor hewan menarik sebuah kendaraan/beban secara bersamaan. “Yesus menawarkan untuk berbagi kuk dengan kita. Dia dan saya sama-sama memikulnya, dan Dia menawarkan untuk berbagi beban dengan saya!” Yesus tidak menjanjikan untuk memikul salib kita atau untuk menghilangkan masalah, rasa sakit, atau kekecewaan kita. Sebaliknya, Dia menawarkan untuk berjalan bersama kita.
Yesus menjanjikan kelegaan bagi mereka yang bekerja keras dan berbeban berat. Dalam Matius 16, kita juga membaca, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus memikul salibnya dan mengikut Aku” (Mat. 16:24). Penting untuk memahami Salib Yesus sebagai tanda kasih-Nya kepada umat manusia. Penerimaan-Nya atas Salib bukanlah sebuah hukuman, melainkan ekspresi tertinggi dari kasih-Nya.
Paus Fransiskus mengatakan dalam renungannya tentang ayat ini bahwa “Yesus tidak secara ajaib menyelesaikan masalah kita, tetapi Dia menguatkan kita di tengah-tengah pergumulan kita. Yesus tidak mengangkat beban dari hidup kita, tetapi Dia berbagi derita dengan kita; Dia tidak mengambil salib kita tetapi memikulnya bersama kita. Dan bersama Dia, setiap beban menjadi ringan (lih. ay. 30), karena Dia adalah PENGHIBURAN yang kita cari.”
Renungkan hari ini, undangan-Nya. Biarkan Ia masuk dalam kehidupan anda, apapun beban yang anda pikul. Biarkan Ia memikul beban bersama-sama dengan anda.
Yesus, aku datang kepada-Mu sekarang dengan bebanku yang berat. Dengan rendah hati aku memohon agar Engkau memikulnya bersamaku. Biarkan aku beristirahat dalam kasih-Mu. Amin.
