Sabda Hidup
Rabu, 22 Mei 2024, Rabu Pekan Biasa VII
Bacaan: Yak. 4:13-17; Mzm. 49:2-3,6-7,8-10,11; Mrk. 9:38-40.
Kata Yohanes kepada Yesus: “Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita.” Tetapi kata Yesus: “Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorangpun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku. Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita.”
MRK 9: 38 – 40
Para murid terpaku pada sebuah gagasan: hanya kita sendiri yang dapat berbuat baik, karena kita sendiri yang memiliki kebenaran; mereka yang tidak termasuk dalam kelompok kita tidak dapat memiliki kebenaran, dan karena itu, tidak dapat berbuat baik!
Ketika para murid melihat seseorang yang bukan bagian dari kelompok mereka mengusir setan dalam nama Yesus, mereka berpikir bahwa hal itu tidak benar. Dalam istilah sekarang, kita menyebutnya sebagai hak kekayaan intelektual atau masalah hak cipta! Tetapi Yesus mengoreksi mereka. Dia ingin mereka memahami bahwa setiap orang dapat berbuat baik, bukan hanya mereka yang menjadi bagian dari kelompok mereka. Yesus memperluas wawasan mereka dan menunjukkan kepada mereka bahwa setiap orang, bahkan mereka yang bukan bagian dari kelompok mereka, dapat melakukan hal-hal yang baik.
Tuhan, menurut gambar-Nya, menciptakan kita semua. Kebenaran universal ini adalah dasar dari kemanusiaan kita bersama. Hendaklah kita semua menaati perintah ini di dalam hati kita: berbuatlah yang baik dan janganlah berbuat jahat. Perintah ini untuk semua orang, tanpa kecuali.
Keyakinan bahwa hanya segelintir orang yang dapat berbuat baik adalah bentuk pikiran tertutup yang berbahaya. Hal ini menimbulkan hambatan, yang mengarah pada konflik dan bahkan kekerasan atas nama Tuhan. Yang benar adalah, penebusan Tuhan berlaku untuk semua orang, tidak hanya untuk umat Katolik, tetapi untuk semua orang, bahkan termasuk orang ateis. Darah Kristuslah yang menyatukan kita semua sebagai anak-anak Allah, meruntuhkan tembok-tembok eksklusivitas dan menumbuhkan pemahaman yang lebih luas tentang kebaikan.
Melalui Injil hari ini Yesus mengundang kita untuk melepaskan mentalitas “kita-kita”. Sebagai gantinya kita mesti berjuang untuk persekutuan ketimbang pengkotak-kotakan, kolaborasi ketimbang kompetisi, dialog ketimbang pemusnahan. Mari kita mengasihi seperti Yesus yang kasih-Nya lintas batas. Kita singkirkan bias dan prasangka.
Bapa yang Mahabaik, Engkau membuat matahari bersinar dan hujan turun bagi semua orang. Jauhkanlah kami dari kecenderungan mengkotak-kotakan dan menghakimi. Semoga kami belajar dari Putra-Mu untuk menghargai kebaikan yang dilakukan oleh siapa pun dan untuk bersatu dengan siapa pun yang mencari kebenaran, kedamaian dan keadilan. Amin
