Sabda Hidup
Senin, 29 Juli 2024, Peringatan Wajib St. Marta, Maria dan Lazarus
Bacaan: 1Yoh. 4:7-16; Mzm. 34:2-3,4-5,6-7, 8-9,10-11; Yoh. 11:19-27 atau Luk. 10:38-42
Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.” [Luk 10: 38]
Persahabatan bagai kepompong, mengubah ulat menjadi kupu-kupu, kata sebuah lagu. Menurut saya ungkapan tersebut sangat dalam artinya. Sahabat membantu di saat rapuh membantu untuk bangkit dari keterpurukan. Sahabat ada di saat suka dan duka. Dan yang paling penting persahabatan yang baik bukan hanya membuat nyaman tetapi membawa transformasi, membawa pertumbuhan yang baik, menuju kemerdekaan sejati, terbang seperti kupu-kupu.
Hari ini, Gereja memperingati persahabatan Yesus, Marta, Maria, dan Lazarus. Menyadari sambutan dan kesaksian mereka terhadap Kristus, Pada tanggal 2 Februari 2021, Paus Fransiskus telah menyetujui perubahan pesta Santa Marta yang dirayakan tanggal 29 Juli, dengan memasukkan pula nama saudara perempuan dan saudara laki-lakinya, Maria dan Lazarus, ke dalam Penanggalan Liturgi Gereja Katolik.
Maria, Marta dan Lazarus adalah tiga bersaudara yang dekat dengan Yesus. Mereka tinggal di Betania, tak jauh dari Yerusalem. Mana kala Yesus pergi menuju dan dari Yerusalem, rumah tiga saudara ini selalu menjadi tempat singgah-Nya. Yesus kadang sendiri, kadang bersama murid-murid-Nya. Tapi Maria dan Marta selalu terbuka dan mengundang mereka untuk datang ke rumah.
Para ahli Kitab Suci sepakat mengatakan bahwa keluarga yang terdiri dari tiga bersaudara ini mewakili komunitas saudara-saudari yang dikasihi Yesus. Dalam keluarga Betania ini, tidak disebutkan adanya ayah, ibu, pasangan atau anak-anak. Keluarga ini melambangkan komunitas Kristen di mana semua bersaudara, anak-anak Allah Bapa. Penginjil memberikan penekanan besar pada persahabatan antara Yesus dan saudara-saudara ini. Hal ini melambangkan ikatan yang dalam antara Yesus dan setiap murid: “Aku tidak menyebut kamu hamba tetapi Aku menyebut kamu sahabat” kata Yesus saat perjamuan terakhir (Yoh. 15:15).
Kedekatan Yesus dan tiga saudara ini bukan hanya soal mampir singgah, tapi juga kedekatan batin di antara mereka. Anda pasti ingat bagaimana Marta menegur Yesus, karena dirinya sibuk tidak dibantu oleh Maria yang memilih duduk di dekat kaki Yesus dan mendengarkan-Nya. Kita ingat juga bagaimana Yesus menangis begitu mendengar Lazarus meninggal. Sementara jenazah Lazarus sudah empat hari dalam kubur, Yesus datang dan membangkitkannya. Peristiwa ini menghibur dan meneguhkan Maria dan Marta yang dirundung duka, bahkan tergoncang imannya.
Lihat betapa spesialnya jika kita punya koneksi batin dengan Tuhan? Mengundang Dia datang dalam setiap rumah dan keluarga kita. Memohon kepadanya saat kita dalam kesulitan dan kesedihan.
Marta, Lazarus, dan Maria, sebagai sahabat-sahabat Yesus, adalah contoh bagaimana hubungan pribadi yang erat dengan Yesus dapat mempengaruhi dan mengubah hidup seseorang. Mereka menjadi saksi nyata tentang kuasa, kasih, dan kehadiran Kristus dalam hidup mereka dan merupakan contoh yang menginspirasi bagi kita dalam menjalani hidup sebagai pengikut-Nya.
Tuhan, semoga kami mempunyai persahabatan yang lebih dekat lagi dengan Engkau. Amin.
