Sabda Hidup
Rabu, 6 November 2024, Rabu Pekan Biasa XXXI
Bacaan: Flp 2:12-18; Mzm 27:1.4.13-14; Luk 14:25-33.
Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.” (Luk 14: 26 – 27)
Para perancang program perusahaan dan para trainer manajemen sering menegaskan agar kita membuat pernyataan positif dan bukan negatif. Apa pun yang dimulai dengan “Jangan” atau “Tidak” kurang dihargai. Menurut standar para ahli strategi manajemen masa kini, rencana Yesus sudah gagal sejak awal! Bagaimana mungkin Ia menyusun rencana besar untuk merekrut murid-murid-Nya dengan persyaratan yang aneh dan negatif seperti itu?
Perikop hari ini menyajikan tiga syarat untuk pemuridan, dan ketiga syarat itu tidak dapat ditawar-tawar! Jikalau seseorang tidak membenci orang lain, jika ia tidak memikul salibnya sendiri, dan jika ia tidak menyerahkan segala sesuatu yang ia miliki, maka ia tidak dapat menjadi murid Kristus! Tunggu sebentar! Bukankah kita telah mengatakan bahwa kita adalah murid-murid Yesus? Luangkan waktu untuk kembali ke Injil hari ini. Yesus memiliki beberapa pesan untuk kita.
Menjadi murid Kristus tidak datang secara cuma-cuma; ada harganya. Penginjil Lukas berbicara tentang harga pemuridan. Jika tidak berhati-hati dalam membaca, perikop ini dapat menimbulkan pemahaman yang salah tentang ajaran Yesus. Ayat ini menyatakan bahwa pemuridan mengharuskan seseorang untuk ‘membenci’ ayah, ibu, istri, anak-anak, saudara-saudari, dan bahkan nyawanya sendiri. Bagaimana kita dapat memahami nasihat untuk “membenci” ini, sementara di seluruh bagian Injil, kita temukan Yesus memerintahkan murid-murid-Nya untuk mengasihi bahkan musuh-musuh-Nya dan mendoakan mereka yang menganiaya. Perintah untuk “membenci” ini tampaknya sama sekali tidak kristiani!
Yesus tidak menganjurkan kita untuk meninggalkan keluarga secara harfiah. Hal itu bisa menjadi tindakan yang tidak bertanggung jawab dan merupakan pelanggaran terhadap perintah kasih. Ini adalah cara yang dramatis untuk mengatakan bahwa siapa pun yang menempatkan orang lain, bahkan orang-orang terdekatnya, di atas KOMITMEN TOTAL kepada Kristus dan misinya tidak siap untuk menjadi seorang murid. Anda tidak dapat memberikan apa pun kepada Tuhan sampai Anda memberikan segalanya kepada-Nya. Tidak ada jalan tengah; itu adalah penyerahan total atau tidak sama sekali. Ini adalah harga pemuridan.
Yesus berbicara tentang keluarga baru yang Ia bangun bagi mereka yang mendengarkan dan menerima Firman-Nya. Ingatlah ketika Ibu Yesus bersama dengan saudara-saudaranya datang menemui Yesus, Dia menunjuk ke arah mereka yang mendengarkan-Nya dan berkata, inilah Ibu-Ku, saudara-saudaraku. Satu-satunya kriteria untuk menjadi anggota keluarga Yesus adalah mendengarkan Firman Tuhan dan menaatinya. Sekali lagi, ketika seorang perempuan dari antara kerumunan orang banyak berteriak memuji ibu Yesus, tanggapannya juga persis sama: “Yang terberkati adalah mereka yang mendengarkan Firman Tuhan dan menaatinya.”
Sejauh manakah komitmen anda mengikuti Kristus?
Bapa, kami telah menerima undangan-Mu untuk mengikut Putera-Mu Yesus, sebagai murid-murid-Nya. Kami tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, tetapi kami bersedia untuk hidup dalam pengharapan dan sukacita tanpa rasa takut dan putus asa. Berikanlah kami kekuatan Roh Kudus-Mu untuk bersungguh-sungguh dalam iman kami dan untuk menerima tugas kami dalam hidup ini dengan segala konsekuensinya. Karena kami yakin Yesus akan menuntun kami kepada-Mu. Amin.
