Remah Harian

KETIKA ALLAH MENUNDA

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Kamis, 19 Desember 2024, Hari Biasa Khusus Adven
Bacaan: Hak. 13:2-7,24-25aMzm. 71:3-4a,5-6ab,16-17Luk. 1:5-25.

Hari ini, kita membaca kisah kunjungan malaikat kepada Zakharia. Ketika Zakharia sedang mempersembahkan ukupan di Ruang Mahakudus (tempat Tabut Perjanjian dahulu disimpan sampai akhirnya hilang dalam salah satu dari sekian banyak penjajahan asing yang terjadi di Israel), seorang malaikat memberitahukan kepadanya bahwa istrinya Elisabet, yang telah lanjut usia dan telah lama mandul, akan melahirkan seorang anak laki-laki. Seorang anak dipandang sebagai berkat yang besar pada masa itu, ketika harta benda, kedudukan, hak istimewa, dan kekuasaan diwariskan melalui garis keturunan. Oleh karena itu, Zakharia dan Elisabet juga mendambakan seorang anak, lebih-lebih anak laki-laki.

Namun, sekarang hal itu akan terjadi, Zakharia tidak percaya. Dia menjelaskan hal ini di hadapan malaikat: “Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya.” Zakharia merasa bahwa waktu untuk berharap telah lama berlalu; alam mengatakan bahwa mereka telah melewati masa-masa subur. Dia dan istrinya telah pasrah pada takdir dan jalan alam.

Kedatangan Yesus sebagai Mesias juga telah lama dinanti-nantikan oleh Umat Terpilih. Perasaan Zakharia bisa jadi mencerminkan harapan yang memudar di Israel di mana satu demi satu bangsa – Filistin, Asyur, Babilonia, Media dan Persia, Yunani dan Romawi – secara bergantian menyerang dan menjarah negeri itu. Dalam semua itu, tidak ada tanda-tanda dari bahwa doa-doa mereka dijawab, tak ada tanda datangnya Mesias.

Banyak dari kita yang mengalami banyak hal dalam hidup ini mungkin merasakan hal yang sama. Seakan-akan Tuhan membutuhkan waktu terlalu panjang sebelum Dia bertindak. Tetapi tentu saja, siapakah kita untuk mempertanyakan Tuhan? Konsep kita tentang waktu adalah kronos (kronologi) dan kita peduli dengan waktu kita yang terbatas, sehingga kita ingin memanfaatkan setiap momen dengan sebaik-baiknya. Akan tetapi, konsep waktu Tuhan adalah kairos (penggenapan), waktu rahmat, dan bagi-Nya segala sesuatu dan setiap peristiwa memiliki waktu-waktu terbaiknya. Waktu Tuhan pasti yang terbaik!

Oleh karena itu, memiliki iman yang besar kepada Tuhan berarti tidak hanya berharap – tetapi berharap dengan kesabaran. Marilah kita berdoa agar kebajikan ini menjadi salah satu berkat Adven kita.

Renungkan, apa alasan Anda menjadi tidak sabar? Bawalah ini ke dalam doa.

Tuhan, aku percaya kepada-Mu, atas rencana-Mu untuk hidupku. Aku percaya bahwa penundaan-Mu bukanlah penyangkalan; sering kali Engkau menunda untuk memberikan yang lebih sempurna sesuai rencana-Mu. Amin.

Author

Write A Comment