Remah Harian

KESELAMATAN ADALAH ANUGERAH

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Rabu, 21 Agustus 2024, Peringatan St. Pius X
Bacaan: Yeh. 34:1-11Mzm. 23:1-3a.3b-4.5.6Mat. 20:1-16a;

Beberapa perumpamaan Yesus cukup mengejutkan, seperti yang ada dalam Injil hari ini. Jika seorang majikan saat ini melakukan apa yang dilakukan oleh pemilik kebun anggur itu, maka akan menimbulkan keributan dari serikat pekerja dan pemogokan hebat akan terjadi.

Banyak orang Kristen yang baik bahkan menganggap kisah ini aneh karena memberikan gambaran tentang Tuhan yang tampaknya tidak adil. Seorang novelis Katolik Prancis, Francois Mauriac, menulis beberapa novel di mana tokoh-tokohnya mengalami pertobatan di saat-saat terakhir, terkadang hanya pada saat menjelang ajal, dan kemudian masuk surga setelah hidup dalam dosa dan kejahatan. “Tidak adil,” teriak banyak orang. Tapi jangan lupakan penjahat yang disalibkan bersama Yesus dan meminta pengampunan-Nya. Yesus berjanji kepadanya beberapa menit sebelum kematiannya, “Hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”

Orang-orang berdosa yang bertobat di akhir hidup mereka menerima anugerah yang sama dengan orang-orang Kristen yang baik yang berjuang seumur hidup mereka untuk menaati perintah-perintah Allah dan menjalani hidup yang berkenan di hadapan Allah. Apakah itu adil?

Menurut standar kita, Allah nampak tidak adil. Tetapi Allah tidak hanya bertindak adil semata. Allah adalah kasih yang murni, dan kasih yang murni melampaui keadilan. Kasih itu luar biasa, tidak masuk akal. Itulah sebabnya keadilan manusia tidak dapat memahami alasan-alasan kasih.

Perumpamaan ini juga berbicara tentang kemurahan hati Allah. Para pekerja tidak melakukan pekerjaan yang sama tetapi mereka menerima upah yang sama. Ada dua pelajaran besar di sini. Yang penting bukanlah jumlah pelayanan yang diberikan, tetapi kasih yang diberikan. Tuhan tidak melihat jumlah pelayanan kita. Selama kita memberikan apa yang kita miliki, semua pelayanan memiliki nilai yang sama di hadapan Allah.

Pelajaran lainnya bahkan lebih besar lagi: Kita tidak bisa mendapatkan apa yang Allah berikan kepada kita. Apa yang Allah berikan dari kebaikan hati-Nya, apa yang Ia berikan bukanlah bayaran, tetapi pemberian, bukan pahala, tetapi anugerah.

Tuhan, terima kasih karena Engkau telah mengingatkan aku bahwa kasih-Mu seluas samudera dan belas kasihan-Mu tidak terbatas. Semua itu tidak hanya berlaku untukku, tetapi juga untuk semua, bahkan bagi orang-orang berdosa. Semoga aku juga murah hati seperti Engkau.

Author

Write A Comment