Sabda Hidup
Sabtu, 20 April 2024, Sabtu Pekan Paskah III
Bacaan: Kis 9:31-42; Mzm 116:12-13,14-15.16-17; Yoh 6:60-69.
Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.”
YOH 6: 68 – 69
Jika menerima Tubuh dan Darah Yesus menuntut penyerahan hidup secara total kepada Kristus, berapa banyak orang yang berani menerimanya?
Ketika para pendengar Yesus bergumul dengan konsep Tubuh dan Darah Kristus untuk kehidupan kekal, mereka menghadapi sebuah pilihan: pergi seperti yang dilakukan oleh banyak orang yang merasa ajaran ini terlalu keras atau tetap tinggal seperti yang dilakukan oleh kedua belas murid, berpegang teguh pada pengharapan dan kebenaran yang ditemukan dalam Sabda Kristus.
Berpartisipasi dalam Ekaristi adalah sebuah tindakan penyelarasan dengan penderitaan dan kebangkitan Kristus, yang memanggil kita ke dalam sebuah kesatuan yang transenden di mana kita mengakui kehadiran Allah dalam seluruh ciptaan.
Pengakuan Simon Petrus yang menyentuh hati, “Engkau memiliki firman hidup yang kekal,” menangkap esensi dari iman kita. Seperti halnya para murid mula-mula yang bergumul, kita pun menghadapi ajaran-ajaran iman yang menantang dan membingungkan. Tak jarang tuntutan-tuntutan Kristus terlalu berat, menantang, sulit dimengerti, atau bahkan kadang tak masuk akal. Kasihilah musuhmu, berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu, berikan pipi kirimu kepada orang yang menampar pipi kananmu, jualah segala milikmu dan datanglah mengikuti Aku….. Akan tetapi ini adalah panggilan menuju kedewasaan rohani-untuk tetap teguh meskipun ada kebingungan atau keraguan.
Namun, Yesus menawarkan tubuh dan darah-Nya untuk pengampunan dosa-dosa mereka yang percaya: ini adalah makanan yang ditawarkan kepada orang-orang yang sedang berziarah-para pendosa, lemah, lelah, dan membutuhkan pertolongan.
“Minumlah, kamu semua, dari cawan ini. Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.” Ekaristi bukanlah sebuah perayaan kemurnian dan kekudusan kita; namun, Ekaristi adalah sumber pengampunan dosa dan sarana untuk mengubah kita menjadi “alter Christus” – Kristus yang lain.
Tuhan, bantulah aku untuk setia mengikuti-Mu, apapun tuntutannya. Amin.
