Sabda Hidup
Selasa, 18 Juni 2024, Selasa Pekan Biasa XI
Bacaan: 1Raj 21:17-29; Mzm 51:3-4.5-6a.11.16; Mat 5:43-48.
Haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna,”
MAT 5: 48
Ahab dan Izebel melakukan kejahatan besar terhadap Nabot untuk merampas hartanya. Pembalasan sudah dekat, tetapi pertobatan Ahab yang tulus menunda hukumannya setelah melakukan tindakan pertobatan dan silih.
Namun, Injil hari ini mengajarkan kita bahwa kasih harus menjadi pedoman dan pendorong yang utama. Ini tidak berarti bahwa kita harus mengabaikan keadilan, melainkan, bahkan ketika keadilan ditegakkan, selalu ada ruang untuk pengampunan.
Yesus menantang kita untuk mengasihi tanpa batas. Dia berkata, “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” Mengasihi mereka yang menyebabkan kita menderita, menunjukkan kebaikan bahkan kepada mereka yang menentang kita tidaklah mudah.
Tetapi mengapa? Mengapa kita harus mengasihi musuh kita? Yesus memberikan jawaban yang menarik: “Supaya kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga.” Kasih kita mencerminkan akar ilahi dan hubungan kekeluargaan kita; kita adalah anak-anak Allah! Seperti Bapa, yang memberkati semua orang dengan sinar matahari dan hujan baik bagi orang benar maupun tidak benar, kita, sebagai anak-anak-Nya, sudah seharusnya mengikuti Dia dengan menunjukkan kasih tanpa syarat.
“Jadilah sempurna sebagaimana Bapamu yang di sorga adalah sempurna”. Menjadi sempurna bukanlah tentang penampilan yang sempurna, melainkan tentang menghidupi kepenuhan kasih tanpa batas atau syarat. Yesus juga memberikan tiga panduan praktis untuk menghidupi kasih tanpa batas ini.
Pertama, berdoalah bagi mereka yang berbuat salah kepada Anda. Dengan tulus mintalah berkat dan pengertian. Doa mengubah pandangan kita dan menghubungkan kita dengan hati Tuhan.
Kedua, lakukanlah kebaikan: berbuatlah lebih dari yang biasa. Berikan kejutan kepada mereka yang menentang Anda dengan kebaikan yang tak terduga, seperti senyuman, bantuan, atau kata-kata dukungan. Tunjukkan kepada mereka kasih yang sama seperti yang Anda tunjukkan kepada diri Anda sendiri.
Ketiga, pengampunan: ini adalah dasar dari kasih yang tak terbatas. Lepaskanlah kebencian. Pilihlah untuk mengampuni karena kasih, bukan karena kewajiban. Mari kita berusaha semakin serupa dengan Bapa Ilahi kita dengan mengasihi tanpa batas.
Bapa yang Maha Pengasih dan Penyayang, berilah aku anugerah untuk menjadi semakin serupa dengan-Mu setiap hari. Amin.
