Remah Harian

KASIH MELAHIRKAN KETAATAN

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda hidup

Senin, 29 April 2024, Peringatan St. Katarina dari Siena
Bacaan: Kis. 14:5-18Mzm 115:1-2,3-4,15-16Yoh. 14:21-26

YOH 14: 21

Hari ini, Tuhan memberikan tantangan kepada kita: mengasihi Dia berarti memegang perintah-Nya dan melakukannya. Namun, tak jarang perintah-perintah Yesus bisa jadi sangat sulit dan menuntut.

Saya ingat suatu kali saya merayakan Ekaristi.  Injil yang dibacakan saat itu adalah Matius 18, di mana Petrus bertanya kepada Yesus berapa kali orang harus mengampuni, apakah tujuh kali. Sebagai jawabannya, Yesus berkata, “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.”  Saat itu hati saya sedang terluka karena perbuatan seorang teman yang saya percaya. Saya harus mengakui, membaca jawaban Yesus itu terasa berat bagi saya. Saya bahkan merasa ingin mengubah jawaban Yesus menjadi “mengampuni satu kali saja cukup.”

Ada saat-saat seperti itu, ketika Firman Tuhan menuntut kita secara nyata dan kita merasa ingin menambah atau mengurangi atau mengubah Firman-Nya. Tetapi Firman Allah adalah Firman Allah. Seperti yang diingatkan oleh Kitab Amsal, “Semua firman Allah adalah murni…… Jangan menambahi firman-Nya, supaya engkau tidak ditegur-Nya dan dianggap pendusta.” (ay. 30:5 – 6).

Kita semua tergoda untuk “melunakkan” sabda Tuhan – untuk membuatnya lebih mudah dan tidak terlalu menuntut.  Orang Israel pada zaman Musa mengeluh tentang tuntutan Yahweh. Apa yang mereka lakukan?  Mereka mengukir ilah mereka sendiri, anak lembu tuangan – ilah yang dapat mereka manipulasi, ilah bisu yang tidak akan menuntut mereka.

Kita masih memiliki mentalitas seperti itu sampai sekarang. Alih-alih mengubah diri kita menjadi serupa dengan gambar Allah, kita justru ingin mengubah Dia menjadi serupa dengan kita. Baik dalam bidang agama, pekerjaan, kehidupan publik, atau perilaku sehari-hari, kita memanipulasi Firman Tuhan untuk kenyamanan kita sendiri. Ya, Allah telah menjadi manusia. Tetapi tidak berhenti sampai di situ. Allah menjadi manusia agar manusia dapat menjadi serupa dengan Allah. Janganlah kita membalikkan prosesnya.

Yesus andalan kita. Dia adalah Gembala kita dan segala sesuatu yang Dia kehendaki adalah yang terbaik untuk kita.

Di area mana dalam hidup Anda biasa mengubah perintah Tuhan dan menjadi kompromisitis?

Tuhan Yesus, aku percaya pada hikmat dan kasih-Mu. Perintah-perintah-Mu membebaskan aku. Usirlah rasa takut akan perintah-perintah-Mu dari dalam hatiku. Tanamkanlah kepercayaan dan keyakinan sebagai gantinya. Amin.

Author

Write A Comment