Remah Harian

KASIH LINTAS BATAS

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Rabu, 26 Februari 2025, Rabu Pekan Biasa VII
Bacaan: Sir. 4:11-19Mzm. 119:165,168,171,172,174,175Mrk. 9:38-40.

Di sebuah kota, ada sebuah gereja yang sangat eksklusif. Hanya mereka yang kaya dan berpendidikan tinggi diperbolehkan masuk. Suatu hari, seorang hitam turunan Afrika mendekati pemimpin gereja itu dan bertanya, apakah ia boleh bergabung dengan gereja tersebut. Dengan sangat tenang dan berwibawa pemimpin gereja tersebut menjawab: “Baiklah, saya amat ragu apakah jemaat kami dapat menerima seorang hitam. Bolehkah saya anjurkan anda untuk kembali ke rumah anda dan berdoa kepada Tuhan Yang Mahakuasa, mohon terang ilahi untuk masalah ini.”
Jadi orang hitam itu mengikuti nasihat pimpinan gereja itu dan dalam waktu kurang dari satu minggu ia sudah kembali lagi. Pimpinan gereja yang terhormat itu sangat tidak senang melihat orang itu dan dengan tidak sabar bertanya: “Baik, apakah anda sudah berdoa kepada Tuhan?”
“Oh iya, tentu saja!” jawab orang itu. “Dan Tuhan berkata: ‘Owen, hati-hatilah dengan gereja yang sangat eksklusif itu. Sangat bersar kemungkinan bahwa mereka tidak akan mengijinkan anda bergabung. Aku sendiri telah mencoba untuk datang dan bergabung selama kurang lebih 20 tahun terakhir ini dan tak pernah berhasil.”

Dalam Kerajaan Allah ada tempat untuk semua orang. Tidak ada plang atau tanda yang berbunyi: “Untuk Anggota Saja”, karena Tuhan sangat alergi terhadap eksklusivitas.

Dalam kutipan pendek Injil hari ini Yohanes berpikir bahwa “hak” untuk mengusir setan adalah eksklusif milik murid-murid Yesus. Maka ketika ada orang yang bukan murid Yesus melakukannya, ia mencegahnya. Tetapi kata Yesus: “Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorangpun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku. Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita,” (Mrk 9: 38 – 40).

Para murid terpaku pada sebuah gagasan: hanya kita sendiri yang dapat berbuat baik, karena kita sendiri yang memiliki kebenaran; mereka yang tidak termasuk dalam kelompok kita tidak dapat memiliki kebenaran, dan karena itu, tidak dapat berbuat baik!

Melalui Injil hari ini Yesus mengundang kita untuk melepaskan mentalitas “kita-kita”. Sebagai gantinya kita mesti berjuang untuk persekutuan ketimbang pengkotak-kotakan, kolaborasi ketimbang kompetisi, dialog ketimbang pemusnahan. Mari kita mengasihi seperti Yesus yang kasih-Nya lintas batas. Kita singkirkan bias dan prasangka.

Tuhan, bukalah hati kami untuk melihat kehadiran-Mu dalam diri semua orang. Tolonglah kami untuk berbuat baik tanpa mencari pengakuan, untuk mengasihi tanpa batas, dan berjalan dengan rendah hati sebagai Peziarah Pengharapan. Amin!

Author

Write A Comment