Sabda Hidup
Senin, 19 Mei 2025, Senin Pekan Paskah V
Bacaan: Kis. 14:5-18; Mzm. 115:1-2,3-4,15-16; Yoh. 14:21-26
“Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.”
(Yoh 14: 26)
Dalam Injil hari ini, Tuhan menghibur kita dengan sebuah janji yang luar biasa: “Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.” Yesus mengucapkan kata-kata ini sebelum sengsara-Nya, pada saat kesedihan dan ketidakpastian bagi para murid. Namun, meskipun demikian, Dia tidak meninggalkan mereka sendirian – dan Dia tidak meninggalkan kita sendirian. Dia mengutus Roh Kudus, Parakletos (παράκλητος), Karunia Allah, untuk tinggal bersama kita selamanya.
Mendiang Paus Fransiskus dalam salah satu homilinya pada masa Paskah pada tahun 2020 menjelaskan ayat ini sebagai berikut: “Roh Kudus adalah pendamping kita, penopang kita. Dia mengajar kita: bukan dengan ide-ide baru, tetapi dengan membuat sabda Yesus hidup di dalam diri kita. Iman tidak statis, ia tumbuh seperti pohon – selalu berakar, tetapi menjangkau lebih tinggi, menghasilkan buah. Roh Kudus menolong kita untuk memahami, sedikit demi sedikit, kebesaran kasih Kristus.
Roh Kudus juga mengingatkan kita – Dia membangkitkan ingatan dalam hati kita. Dia mengingatkan kita akan semua yang telah Tuhan lakukan dalam hidup kita sehingga kita tidak lupa bahwa kita dikasihi, dipilih dan diselamatkan.
Roh Kudus membantu kita membedakan-bedakan (discernment) pilihan-pilihan kita sehari-hari, menerangi jalan dan menolong kita memilih apa yang benar dan baik. Jika kita berseru kepada-Nya, Dia tidak akan mengecewakan kita. Dia adalah suara yang tenang yang membimbing kita, tangan yang lembut yang mengangkat kita ketika kita jatuh.
Roh Kudus adalah Karunia Allah yang luar biasa. Janganlah kita membiarkan menutup hati bagi Karunia ini! Marilah kita menyambut Dia ke dalam hati kita, membiarkan diri kita diajar, diingatkan, dan dibimbing oleh Roh Kudus, sehingga, bahkan di tengah-tengah badai kehidupan, kita dapat selalu berjalan maju dengan sukacita dan pengharapan akan Tuhan yang telah Bangkit.
“Ya Roh Kudus, terangi aku, bimbing aku, kuatkan aku. Berikan aku hikmat dan kekuatan untuk menjalani hidup ini sebagai murid Kristus yang setia. Amin.”
