Sabda Hidup
Sabtu, 12 Juli 2025, Sabtu Pekan Biasa XIV
Bacaan: Kej. 49:29-32; 50:15-26a; Mzm. 105:1-2,3-4,6-7; Mat. 10:24-33
“Janganlah kamu takut!”
(Mat 10: 26, 28, 31)
Injil hari ini menyampaikan Sabda Yesus yang harus kita tanam dalam hati: “Janganlah kamu takut.” Yesus mengatakannya bukan hanya sekali, melainkan tiga kali. Itu bukan sebuah anjuran—melainkan sebuah undangan, yang disampaikan kepada para murid yang diutus ke dunia yang akan menolak mereka. Dia mempersiapkan mereka, dan kita semua, untuk misi: mewartakan Kerajaan-Nya dengan berani, bahkan ketika dunia mencoba membungkam kita.
Tantangan pertama yang Yesus sebutkan adalah godaan untuk melemahkan Injil—agar lebih mudah diterima, tidak terlalu menuntut. Kita sering menghadapi hal ini: tekanan untuk diam, untuk berbaur, untuk menghindari menyampaikan kebenaran yang membuat orang terusik. Namun Yesus berkata kepada kita: “Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah dalam terang.” Marilah kita mewartakan Kristus—bukan diri kita sendiri, bukan ideologi, melainkan Yesus yang hidup—dengan kejernihan, kerendahan hati, dan keberanian.
Kedua, Dia berbicara tentang penganiayaan. Ini bukanlah kemungkinan yang mustahil. Di setiap generasi, orang Kristen menderita karena iman mereka—ada yang ditekan secara yang halus, yang lain dengan cara yang kejam. Saat ini, banyak yang mati sebagai martir hanya karena menjadi milik Kristus. Yesus mengingatkan kita: Jangan takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh tetapi tidak berkuasa membunuh jiwa. Hidup kita bukan di tangan mereka yang berkuasa, melainkan di tangan Allah.
Ujian ketiga mungkin yang paling berat: perasaan bahwa Allah telah meninggalkan kita. Bahkan Yesus pun merasakan penderitaan ini di kayu salib. Namun, Dia mengajarkan kita untuk percaya. Bapa yang tidak pernah melupakan seekor burung pipit pun; pasti tidak akan melupakanmu.
Marilah kita tetap dekat dengan Allah dalam doa. Janganlah kita takut menjadi saksi—saksi kebenaran, kasih, dan pengharapan. Dan semoga bunda Maria, yang mempercayai Allah di setiap saat dalam hidupnya, membantu kita melakukan hal yang sama.
Marilah kita melangkah maju dengan berani.
Tuhan, semoga kami tidak takut menyatakan iman kami. Kami percaya bahwa Engkau senantiasa beserta kami. Amin.
