Sabda Hidup
Kamis, 23 Mei 2024, Kamis Pekan Biasa VII
Bacaaan: Yak. 5:1-6; Mzm. 49:14-15ab,15cd-16,17-18,19-20; Mrk. 9:41-50.
Jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan. dan jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan timpang, dari pada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka; dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka.”
MRK 9: 43 – 45
Di dalam komunitas-komunitas kita, kita melayani saudara-saudari kita, melaksanakan tugas-tugas dengan tekun dan murah hati. Namun, kecemburuan dan iri hati sering kali merusak upaya-upaya kita. Dan semua pekerjaan yang kita lakukan tidak lagi menjadi sebuah pelayanan, tetapi berubah menjadi sebuah sarana untuk menegaskan diri kita sendiri, status sosial dan ego kita.
Markus mendorong komunitasnya untuk berusaha keras agar hidup mereka bermanfaat bagi banyak orang. Tuhan telah menganugerahi kita mata, tangan, dan kaki untuk melihat dan membantu kebutuhan saudara-saudari kita demi kesejahteraan mereka. Mereka yang menyia-nyiakan kesempatan untuk berbuat baik di dunia ini akan kehilangan kesempatan unik yang telah diberikan Tuhan kepada mereka, mereka akan merendahkan diri mereka sendiri seperti sampah. Di tepi barat daya kota Yerusalem, ada sebuah lembah bernama “Gehenna” (Gehinnom: Lembahnya Hinom) di mana semua limbah dan sampah dibuang untuk dibakar. Api tidak pernah dipadamkan dan sampah yang tersisa akan dipenuhi ulat dan cacing.
Injil menyebutkan ide untuk memutilasi tangan, kaki, atau mencungkil mata jika kita menggunakannya untuk melakukan hal-hal yang buruk atau gagal menggunakannya untuk melakukan kebaikan. Hal ini memang mengejutkan. Tentu saja jika kita menerapkan mentah-mentah apa yang dikatakan oleh Yesus dalam Injil hari ini, maka kita akan menjadi kumpulan orang cacat: tanpa tangan, tanpa kaki, tanpa mata. Tetapi penting untuk diingat bahwa ini adalah ajakan untuk bertindak untuk memotong perilaku, sikap, gaya hidup, dan ideologi negatif kita, sehingga kita tidak membiarkan hidup kita terbuang sia-sia di tempat sampah.
Maka, marilah kita bertanya: apa yang ada di dalam diri saya yang bertentangan dengan Injil? Secara konkret, apa yang Yesus inginkan untuk saya pangkas dan singkirkan dari hidup saya?
Usirlah rasa takutku akan pemangkasan rohani, ya Tuhan. Jadikanlah aku berbuah limpah bagi Kerajaan-Mu. Amin.
