Remah Harian

JANGAN GELISAH HATIMU

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Jumat, 16 Mei 2025, Jumat Pekan Paskah IV
Bacaan: Kis. 13:26-33Mzm. 2:6-7,8-9,10-11Yoh. 14:1-6

“Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.”
(Yoh 14: 1).

Dalam masa Paskah ini, kita diingatkan akan Yesus yang bangkit yang selalu hadir dalam hidup kita, meskipun Dia telah naik ke Bapa. Perikop Injil hari ini, bagian dari Sabda Perpisahan pada Perjamuan Terakhir, menangkap esensi dari wasiat terakhir Yesus kepada para murid-Nya. Untuk mempersiapkan mereka akan kepergian-Nya, Ia memberikan penghiburan, kasih, dan jaminan sebelum kematian-Nya. Seperti halnya wasiat yang baru berlaku setelah kematian, demikian juga kata-kata Yesus ini memiliki makna terdalam dalam terang Kebangkitan. Paskah adalah waktu untuk merenungkan ajaran-ajaran ini dan memahami maknanya bagi kita saat ini.

Sabda Perpisahan dalam Injil Yohanes mengikuti pola yang mirip dengan pidato-pidato yang disampaikan Musa dalam Kitab Ulangan. Yohanes menulis untuk membantu komunitasnya memahami makna hidup, wafat, dan kebangkitan Yesus, serta mengingatkan mereka bahwa Yesus tetap dekat bersama mereka, meskipun Ia tidak hadir secara fisik. Bagi jemaat Kristen purba, yang telah hidup puluhan tahun tanpa kehadiran Yesus secara fisik, pengajaran ini merupakan dorongan untuk terus teguh beriman.

Paus Fransiskus dengan indahnya menunjukkan bahwa kata-kata Yesus dalam perikop ini adalah penghiburan yang mendalam: “Aku ada di sini, bersamamu.” Dia berjanji untuk kembali untuk membawa mereka bersama-Nya selamanya, sama seperti seorang yang meyakinkan pasangannya ketika dipisahkan oleh jarak. Yohanes menulis untuk mengingatkan kita bahwa cara untuk mengalami penghiburan Allah adalah melalui iman, kepercayaan, dan penyerahan diri kepada kasih-Nya.

Ketika kita mengalami masa-masa sulit, mungkin kita sulit untuk menerima penghiburan Tuhan ini, namun dalam situasi apapun kita dipanggil untuk tetap berpengharapan. Semoga masa Paskah ini, membuka hati kita untuk menerima penghiburan Tuhan yang lembut, percaya bahwa Dia selalu menyertai kita, menuntun kita melalui setiap pencobaan dengan kasih-Nya.

Tuhan Yesus, peganglah tanganku dan pimpinlah aku menjadi apa yang Engkau kehendaki dan kemana Engkau ingin aku pergi. Dampingi aku ketika aku mencoba menjalani hidupku sesuai dengan kehendak-Mu. Amin.

Author

Write A Comment