Remah Harian

JANGAN BERTELE-TELE

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Kamis, 20 Juni 2024, Kamis Pekan Biasa XI
Bacaan: Sir 48:1-14Mzm 97:1-2.3-4.5-6.7Mat 6:7-15.

MAT 6: 7

Barangkali Anda pernah selembar kertas yang berisi sesuatu seperti ini: “Doakanlah doa ini sembilan kali selama sembilan hari berturut-turut dan gandakan sembilan kali lembar doa ini dan berikan kepada seorang teman. Berikan kepada orang asing dan doa Anda akan dikabulkan. Hal ini selalu terbukti efektif. Jangan abaikan hal ini karena Anda mengabaikan kesempatan untuk mendapatkan jawaban atas doa Anda.”

Ketika teknologi informasi menjadi lebih maju, teks doa berantai tersebut berubah bentuk menjadi digital: sms atau WA doa berantai. Nadanya sama dan meminta kita untuk meneruskan ke sejumlah orang, jika diteruskan ke sekian orang doa akan dikabulkan. Malahan ada yang disertai ancaman, jika tidak meneruskan akan mendapatkan celaka. Beberapa kali saya mendapatkan pesan seperti itu dan tidak meneruskannya, ternyata sya juga tidak celaka.

Lebih dari dua ribu tahun Tuhan telah mengatakan kepada kita, jangan hanya “mengoceh” kata-kata ketika berdoa. Ia mengatakan, “Jangan bertele-tele dalam doamu.” Tetapi slebih dari dua ribu tahun pula, orang-orang percaya bahwa kata-kata manusia dapat mengubah kehendak Tuhan. Banyak orang percaya bahwa jumlah kata yang tepat dapat mengubah Tuhan. Kata-kata yang diperbanyak dapat mengubah hati Allah. Tetapi jika kita mendengarkan dengan saksama firman Tuhan hari ini, apa yang Tuhan katakan adalah: tidak ada perkataan manusia yang dapat mengubah Tuhan. Yang ada adalah Firman Tuhan telah mengubah manusia. Kita tidak dapat mengubah Allah. Jika kita mendengarkan Firman Tuhan, kita akan mengerti bahwa maksud Firman Tuhan adalah untuk mengubah kita.

Buah pertama dari doa bukanlah agar Allah mengubah pikiran-Nya. Buah pertama dari doa adalah bahwa orang yang berdoa mengalami perubahan hati. Yesus Kristus tidak pernah mengajarkan kepada kita bahwa kata-kata manusia seperti Anda dan saya dapat mengubah Allah. Sebaliknya, yang diajarkan oleh Tuhan adalah bahwa Firman Tuhan begitu efektif sehingga dapat mengubah hati manusia yang paling keras sekalipun.

Sahabat-sahabat, jangan meminta Tuhan untuk berubah karena kita telah berdoa. Ketika kita berdoa, kita harus membuka hati kita kepada Tuhan dan membiarkan doa kita mengubah kita.

Dag Hammarskjold (Sekretaris Jenderal PBB dari tahun 1953-1961), dalam jurnal pribadinya menulis sebuah doa: “Dimuliakankanlah nama-Mu, bukan namaku; datanglah kerajaan-Mu, bukan kerajaanku; jadilah kehendak-Mu, bukan kehendakku.” Saat kita berdoa “Bapa kami” hari ini, mari kita perhatikan dan hayati: “…dimuliakanlah nama-Mu…. Datanglah kerajaan-Mu….jadilah kehendak-Mu….”

Tuhan Mahakasih, semoga doaku merupakan buah dari kedekatanku dengan-Mu. Amin.

Author

Write A Comment